Kasus 7 Kontainer Surat Suara, DPR: Upaya Merusak Stabilitas

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    Ketua DPR Bambang Soesatyo. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memperkirakan ada upaya merusak stabilitas Pertahanan dan Keamanan Nasional (Hankamnas) melalui penyebaran informasi bohong atau hoax tentang 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos yang dikabarkan berasal dari Cina. Upaya merusak stabilitas Hankamnas dan ketertiban umum masih berlanjut.

    “Di awal 2019 ini, upaya merusak stabilitas Hankammas itu dilakukan dengan menyebarluaskan hoax 7 kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos," kata Bambang di Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.

    Baca: Kabareskrim: Tangkap Pelaku Hoax 7 Kontainer Surat Suara ...

    Dia menilai aksi penyebar kabar hoax itu tidak bisa ditolerir karena jelas-jelas tujuannya untuk merusak proses persiapan pelaksanaan tahun politik 2019. Kabar bohong itu, kata Bambang, patut dilihat sebagai benih instabilitas yang secara sistematis ditumbuhkembangkan dengan tujuan membangun persepsi di ruang publik.

    Menurut dia, ada pihak yang jauh-jauh hari sudah berbuat curang demi meraih kemenangan pada Pilpres dan Pileg 2019. "Saya sebagai pimpinan DPR mendesak penegak hukum menindak tegas penyebar hoax dan siapa pun yang berada dibalik aksi yang brutal ini," ujarnya.

    Baca: Polri: Pasal Berlapis untuk Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara ...

    Politikus Partai Golkar itu menilai persepsi kecurangan itu yang nantinya akan dijadikan alasan atau pijakan untuk menggelar aksi atau gerakan yang mengacaukan proses pemungutan dan perhitungan suara. Itu artinya, kata dia, gerakan mengacaukan Pilpres dan Pileg 2019 sudah dirancang sejak dini sehingga pimpinan DPR mendesak Polri menindak tegas penyebar hoax itu. "Kondusifitas dan stabilitas Hankamnas tidak boleh dikorbankan hanya demi syahwat politik kelompok-kelompok yang tidak mampu berkompetisi dengan sehat dan fair," katanya.

    Dia mengimbau masyarakat proporsional dalam menyikapi masalah ini, karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memastikan surat suara pemilu hingga saat ini belum diproduksi. Dia menegaskan kabar adanya tujuh kontainer berisi surat suara pemilu yang sudah dicoblos adalah hoax apalagi tahapan pengadaan surat suara saat ini pun masih dalam proses lelang.

    Simak: Hoax 7 Kontainer Surat Suara, Moeldoko: Kita ...

    Kabar 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos berasal dari Cina ada di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.  Rabu malam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu langsung mengecek kebenaran kabar itu ke Pelabuhan Tanjung Priok. Bea Cukai dan TNI AL memastikan bahwa tidak ada 7 kontainer surat suara sudah tercoblos merupakan kabar bohong atau hoax.

    KPU meminta aparat kepolisian melalui "cyber crime" untuk dapat melacak dan menangkap orang yang telah menyebar informasi tentang 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos itu. "Kami meminta kepolisian mencari siapa yang menyebar informasi itu. Siapapun itu," kata Ketua KPU Arief Budiman.

    Arief menegaskan bahwa pelaku yang menyebarkan berita bohong itu adalah orang-orang jahat yang ingin mengganggu dan mendeligitimasi penyelenggaraan pemilu sehingga harus ditangkap.

    Tonton video instruksi Bareskrim soal penyebar hoaks 7 kontainer surat suara disini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.