Kata Tjahjo Kumolo Soal Kabar 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai menghadiri acara resepsi pernikahan putra Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 10 September 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai menghadiri acara resepsi pernikahan putra Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 10 September 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai kabar adanya 7 kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok bisa membentuk opini di masyarakat bahwa ada pihak-pihak yang berupaya membuat masyarakat tidak percaya akan pemilu.

    Baca juga: KPU Minta Polisi Usut Hoax Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos

    "Opini ini jadi muncul di pikiran masyarakat dan teman-teman pers karena kasus ini," ujar Tjahjo di kantor Bareskrim Polri, Kompleks KKP, Jakarta pada Kamis, 3 Januari 2019.

    Terlebih, ujar Tjahjo, belakangan ada beberapa kasus seperti 31 juta data daftar pemilih tetap (DPT) siluman. "Makanya saya minta Bareskrim segera mengusut tuntas kasus ini," ujar politikus PDIP ini.

    Tjahjo juga mendukung penuh langkah KPU yang akan melaporkan kasus penyebaran kabar bohong atau hoaks seputar temuan tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos, siang ini. Surat suara itu sebelumnya didesas-desuskan berasal dari Cina dan mendarat di Tanjung Priok pada Rabu malam, 2 Januari 2018.

    "Sebagaimana amanat UU, ini bagian yang tidak terpisahkan dari tugas saya dalam rangka mensukseskan konsolidasi demokrasi pemilu," ujar dia.

    Baca juga: Bantah Andi Arief Soal Surat Suara Dicoblos, KPU: Cetak Aja Belum

    Kabar adanya 7 kontainer surat suara tercoblos berembus sejak Rabu sore 2 Januari 2018. Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengatakan kabar itu mulai ramai pada sore hari. Sebelumnya Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief dalam cuitannya meminta pihak-pihak yang berwenang untuk mengecek kabar adanya 7 kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok.

     "Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar," cuit Andi Arief.

    Andi memuat cuitan di akun Twitter resminya @AndiArief_ pada Rabu, 2 Januari 2018 pukul 20.05. Namun, saat dicek Tempo sekitar pukul 21.30, cuitan itu telah dihapus. Saat ditanya, Andi hanya menjawab pesan Tempo dengan tautan berita media daring yang sudah memuat cuitannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.