Bantah Andi Arief Soal Surat Suara Dicoblos, KPU: Cetak Aja Belum

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asy'ari menjawab pertanyaan wartawan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, 12 Oktober 2017. Tempo/Putri

    Anggota Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asy'ari menjawab pertanyaan wartawan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, 12 Oktober 2017. Tempo/Putri

    TEMPO.CO, Jakarta-Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah isu ada tujuh kontainer berisikan surat suara pemilu yang telah dicoblos. Sebelumnya, beredar kabar surat suara yang telah dicoblos itu dari cuitan politikus Demokrat, Andi Arief. "Nyetak surat suara saja belum," ujar Komisioner KPU, Hasyim Asyari di kantornya, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2018.

    Hasyim menuturkan saat ini pengadaan logistik berupa surat suara masih dalam proses lelang. Rencananya, surat suara akan diproduksi pada pertengahan Januari. "KPU belum nyetak surat sampai sekarang. Kalau sudah ada yang dicetak, surat suara siapa?" ucapnya.

    Baca: Perludem: Keamanan Suara Tak Hanya Ada di Kotak Suara

    Sebelumnya, kabar surat suara yang telah dicoblos ini berasal dari cuitan Andi Arief. Andi menulis dalam akun twitternya "Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar."

    Andi memuat cuitan di akun Twitter resminya @AndiArief_ pada hari ini, Rabu, 2 Januari 2018 pukul 20.05 WIB. Namun, saat dicek Tempo sekitar pukul 21.30, cuitan itu telah dihapus. Adapun, Andi hanya menjawab pesan Tempo dengan tautan berita media daring yang sudah memuat cuitannya.

    Simak: Soal Kotak Suara Kardus, Mendagri: Jangan Cari-cari Kekhawatiran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.