5 Caleg Artis Pindah Partai Sebelum Maju Kembali di Pemilu 2019

Sejumlah artis Ibu Kota dari Partai NasDem berfoto bersama sebelum mendaftarkan diri menjadi bakal calon legislatif (caleg) di kantor KPU, Jakarta, Senin, 16 Juli 2018. NasDem mengajukan 20.391 calon anggota legislatif, mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga DPD, di antaranya artis Nafa Urbach, Tessa Kaunang, Addies Adelia, dan Krisna Mukti. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak politikus berlatar belakang artis yang berpindah partai sebelum kembali maju sebagai calon legisliatif pada Pemilu 2019. Salah satu alasan para artis ini pindah partai adalah terkait pertimbangan jaminan bisa kembali melenggang ke Senayan. Sedangkan, bagi partai, bergabungnya artis dianggap mampu mendongkrak suara untuk bisa lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold).

Baca: Ketika Muhaimin Bergurau Minta Uang Transfer ke Surya Paloh

Partai Nasional Demokrat tercatat paling banyak menerima caleg dari partai lain. Setidaknya ada lima artis yang merupakan anggota Dewan dari partai lain berpindah ke partai besutan Surya Paloh ini.

"Kalau dalam sepak bola, kami ini ibarat Manchester City. Kalau mau menang, harus beli pemain berbakat dan mahal," kata Sekeetaris Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem Willy Aditya kepada Majalah Tempo, Juli 2018.

Berikut sejumlah caleg artis yang berpindah partai dan bergabung dengan NasDem.

1. Lucky Hakim

Lucky Hakim sebelumnya merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Amanat Nasional. Pada Pemilu 2014, dia mengantongi 57 ribu suara dari daerah pemilihan Jawa Barat VI yang meliputi Kota Bekasi dan Kota Depok.

Baca: Lucky Hakim Bantah Tudingan Transfer Fee Rp 5 Miliar dari Nasdem

Lucky mengaku pindah partai setelah mendengar rencana pergantian antarwaktu dirinya dengan calon legislator yang mendapat suara terbanyak berikutnya. Hengkangnya aktor sinetron ini sempat membuat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan muntab. Berulang kali, Zulkifli menuding Lucky menerima transfer fee untuk pindah ke NasDem.

Lucky Hakim. TABLOIDBINTANG.COM

Lucky membantah. Dia mengatakan NasDem tak memberikan duit, tetapi menyediakan pelbagai fasilitas, seperti baliho, poster, kaus, dan biaya saksi. "Sampai pendaftaran kemarin saya tak mengeluarkan biaya apa pun, bahkan untuk materai. Biaya kampanye saya jadi lebih ringan," ujarnya.

2. Wanda Hamidah

Wanda Hamidah sebelumnya merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta periode 2009-2014 dari PAN. Selepas 2014, Wanda keluar dari PAN setelah 16 tahun menjadi kader partai berlambang matahari terbit itu. Ia lantas menekuni profesi sebagai notaris. Pada Pemilu 2019, Wanda mencalonkan diri dari Partai NasDem.

Wanda Hamidah menjawab sejumlah pertanyaan awak media saat menggelar konferensi pers terkait pemecatan dirinya dari Kader Partai PAN di Jakarta, 16 September 2014. TEMPO/Imam Sukamto

3. Venna Melinda






KPU Jelaskan Dampak Kehadiran DOB Papua dan IKN untuk Pemilu Mendatang

6 hari lalu

KPU Jelaskan Dampak Kehadiran DOB Papua dan IKN untuk Pemilu Mendatang

KPU sebut ada pengaruh perubahan aspek elektoral saat DOB Papua dan IKN Hadir. Perubahan lebih banyak ke keterwakilan DPR RI dan DPRD sebagai daerah otonomi.


Rima Melati - Frans Tumbuan Pasangan Legendaris, Selain Widyawati - Sophan Sophiaan, Mieke Wijaya - Dicky Zulkarnaen

10 hari lalu

Rima Melati - Frans Tumbuan Pasangan Legendaris, Selain Widyawati - Sophan Sophiaan, Mieke Wijaya - Dicky Zulkarnaen

Pasangan legendaris dalam film dan kehidupan nyata Rima Melati - Frans Tumbuan, Widyawati - Sophan Sophiaan, Mieke Wijaya - Dicky Zulkarnaen.


Pengamanan SIPOL untuk Pemilu 2024 Dibikin Dua Lapis

11 hari lalu

Pengamanan SIPOL untuk Pemilu 2024 Dibikin Dua Lapis

Pengamanan ini sebagai pencegahan hilang atau bocornya data-data partai politik peserta Pemilu 2024.


KPU Resmi Luncurkan SIPOL Untuk Pemilu 2024

11 hari lalu

KPU Resmi Luncurkan SIPOL Untuk Pemilu 2024

Layanan perangkat lunak yang berbasis website ini bakal mendata berbagai informasi penting partai politik peserta Pemilu 2024.


Gagal Menang Absolut di Parlemen, Emmanuel Macron Bertindak

14 hari lalu

Gagal Menang Absolut di Parlemen, Emmanuel Macron Bertindak

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin partai utama Prancis setelah gagal kehilangan suara mayoritas dalam pemilihan parlemen.


Sejak Kapan Muncul Lembaga Survei Lakukan Survei Capres di Indonesia?

15 hari lalu

Sejak Kapan Muncul Lembaga Survei Lakukan Survei Capres di Indonesia?

Hasil survei capres berbagai lembaga survei makin marak menjelang Pilpres 2024. Kapan mulai berkembangnya survei capres itu di Indonesia?


Gelar Pemilu Raya Internal, PAN Jaring Capres-Cawapres 2024 dari Bawah

17 hari lalu

Gelar Pemilu Raya Internal, PAN Jaring Capres-Cawapres 2024 dari Bawah

PAN mulai melaksanakan Pemilu Raya internal menjaring bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden 2024


Partai Buruh Minta KPU Cabut Masa Kampanye Pemilu 75 Hari

20 hari lalu

Partai Buruh Minta KPU Cabut Masa Kampanye Pemilu 75 Hari

Partai Buruh dan organisasi serikat buruh lainnya membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Rabu 15 Juni 2022.


Tahapan Pemilu 2024 Dimulai, Puan Maharani: Tidak Ada Penundaan

21 hari lalu

Tahapan Pemilu 2024 Dimulai, Puan Maharani: Tidak Ada Penundaan

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan dimulainya tahapan Pemilu 2024 menandakan tidak ada wacana penundaan pemilu


JPPR Menilai Ada Kelemahan dalam Proses Pembentukan DKPP oleh DPR

21 hari lalu

JPPR Menilai Ada Kelemahan dalam Proses Pembentukan DKPP oleh DPR

JPPR melihat masih ada kelemahan dalam proses pembentukan DKPP oleh DPR karena salah satu calon anggota terindikasi terlibat kasus korupsi.