KPU Masukkan Pemilih yang Tidak Masuk DPT ke DPK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kedua kiri) bersama Ketua KPU Jawa Timur Eko Sasmito (ketiga kanan) serta Dirut PT Intan Ustrix Windra Setiono (kiri) memeriksa sampel kotak dan bilik suara saat meninjau produksi perdana kedua perlengkapan Pemilu 2019 tersebut di Gresik, Jawa Timur, Minggu, 30 September 2018. Jumlah kotak suara yang diproduksi secara keseluruhan sedikitnya mencapai 4 juta, sedangkan bilik suara 2 juta. ANTARA

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kedua kiri) bersama Ketua KPU Jawa Timur Eko Sasmito (ketiga kanan) serta Dirut PT Intan Ustrix Windra Setiono (kiri) memeriksa sampel kotak dan bilik suara saat meninjau produksi perdana kedua perlengkapan Pemilu 2019 tersebut di Gresik, Jawa Timur, Minggu, 30 September 2018. Jumlah kotak suara yang diproduksi secara keseluruhan sedikitnya mencapai 4 juta, sedangkan bilik suara 2 juta. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum atau KPU menyatakan pemilih yang belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap akan dimasukkan dalam Daftar Pemilih Khusus.

    Baca: KPU Umumkan Jumlah DPT Pemilu 2019 Sebanyak 192 Juta Pemilih

    “Jadi kalau tidak ada di DPT, di DPTb (Daftar Pemilih Tambahan), maka dia akan dimasukan ke DPK,” kata Ketua KPU Arief Budiman di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Sabtu, 15 Desember 2018.

    Arief mengatakan calon pemilih yang masuk dalam DPK harus memenuhi sejumlah syarat. Mereka harus membawa identitas asli ke Tempat Pemungutan Suara. Mereka juga hanya bisa memilih di TPS sesuai alamat identitas dan menggunakan hak pilihnya menjelang akhir waktu pemungutan. “Itu regulasinya,” kata dia.

    Baca: Kata KPU Soal Penggunaan Kotak Suara dari Karton

    Sebelumnya, KPU telah menetapkan jumlah DPT pada Pemilu 2019 sebanyak 192.828.529 pemilih. Jumlah itu berdasarkan rekapitulasi DPT Hasil Perbaikan Tahap 2. Berdasarkan penetapan itu, jumlah pemilih dari dalam negeri yakni 190.770.329 pemilih, sementara dari luar negeri 2.058.191 pemilih.

    Arief menuturkan penetapan jumlah pemilih itu diperlukan untuk mempertimbangkan jumlah TPS yang disediakan. Jumlah pemilih, kata dia, juga diperlukan untuk menetapkan jumlah petugas yang direkrut, jumlah kebutuhan kotak suara, surat suara dan formulir. “Semua itu berbasis DPT,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.