Membelot ke Jokowi, Ketua DPW PAN Kalsel Janji Besarkan Partai

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Banjarmasin, Muhidin. TEMPO/Subekti

    Walikota Banjarmasin, Muhidin. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski membelot memilih calon presiden Jokowi - Ma’ruf Amin Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Kalimantan Selatan Muhidin mengatakan akan mundur jika gagal membesarkan partai. Muhidin mengatakan tugas membesarkan PAN telah diberikan kepadanya sejak didapuk menjadi Ketua DPW.

    "Saya dilantik untuk membesarkan partai di Kalsel. Apakah sanggup dan mampu, kalau enggak besar saya malu," kata Muhidin kepada Tempo, Kamis, 13 Desember 2018. Yang dimaksud membesarkan partai, kata Muhidin, diukur dengan perolehan PAN di pemilihan legislatif 2019.

    Baca: PAN Tak Akan Pecat Pengurus DPW Kalsel ...

    Saat ini PAN tidak memiliki perwakilan Kalimantan Selatan di Dewan Perwakilan Rakyat. Perwakilan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi hanya satu orang, sedangkan di DPRD kabupaten/kota hanya hitungan jari.

    Muhidin memasang target dua kursi di DPR RI dan tujuh kursi di DPRD provinsi. Dia menargetkan perolehan suara di DPRD kabupaten/kota lebih tinggi, tetapi tak merinci angkanya. Muhidin juga menjadi calon anggota legislatif DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan. "Kalau enggak bisa membesarkan, walaupun saya lolos DPR RI saya akan mundur," kata Muhidin.

    Baca: Haji Isam Disebut Terkait PAN Kalsel Dukung ...

    Memimpin DPW PAN Kalimantan Selatan, Muhidin mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin di pemilihan presiden 2019. Padahal, Rapat Kerja Nasional PAN memutuskan mengusung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    Muhidin mengaku siap menerima sanksi dari DPP PAN. Setelah deklarasi, Muhidin langsung dihubungi Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno. Namun, dia berharap DPP memahami dinamika di Kalimantan Selatan. Muhidin berujar dia tak ingin bertentangan dengan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang politikus Partai Golkar. "Mudah-mudahan DPP memahami keadaan keadaan wilayah Kalsel," kata mantan Wali Kota Banjarmasin ini.

    Simak: DPW PAN Kalsel Dukung Jokowi, Drajad ...

    Wakil Ketua Umum PAN Bara Krishna Hasibuan mengatakan sulit bagi partai untuk memberikan sanksi kepada Muhidin. Bara mengatakan ketokohan Muhidin diperlukan untuk membantu PAN di pemilihan legislatif 2019. "Kalau Pak Muhidin dipecat atau mengundurkan diri itu akan menimbulkan kerugian bagi PAN," kata Bara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | RYAN DWIKY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.