Senin, 17 Desember 2018

KedaiKOPI: Hanya 4 Persen Pemilih di Jabar Bisa Identifikasi Hoax

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi logistik pemilu. dok.TEMPO

    Ilustrasi logistik pemilu. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil riset Kajian Opini Publik Indonesia atau KedaiKOPI menunjukkan, hanya 4 persen dari total pemilih di Jawa Barat yang bisa mengidentifikasi berita bohong atau hoax atau hoaks dengan tepat. Daftar Pemilih Tetap atau DPT Jawa Barat untuk Pemilu 2019 tercatat sebanyak 32.636.846 pemilih.

    Baca: Pemerintah Daerah Diminta Antisipasi Kerawanan Pemilu 2019

    "Dari total pemilih, yang mampu mengidentifikasi hoaks secara tepat untuk semua berita, hanya 4 persen," ujar Direktur Eksekutif KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo kepada Tempo pada Jumat, 7 Desember 2018.

    Kunto menjelaskan, identifikasi hoaks ini diuji dengan cara, responden diminta mengidentifikasi empat buah berita, apakah berita tersebut hoaks, benar, atau mereka tidak tahu. Dari riset tersebut, diketahui semua variabel demografi (usia, jenis kelamin, pendidikan) ternyata tidak mempengaruhi kemampuan identifikasi hoaks.

    Selanjutnya, diketahui pula bahwa mereka yang belum menentukan pilihan (undecided voters) lebih tidak bisa mengidentifikasi hoax dibanding mereka yang sudah memiliki pilihan. "Jumlah undecided voters di Jawa Barat sebanyak 13,2 persen," ujar dia.

    Baca: Pasca-Bencana, KPU Palu Tunda Penyempurnaan DPT Pemilu

    Penelitian ini dilakukan di Jawa Barat pada 3-10 Oktober 2018 dengan 488 responden menggunakan metode wawancara tatap muka. Datanya diboboti sehingga sample terakhir adalah 471 dengan margin of error +/- 4,51 persen pada rentang kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".