Senin, 17 Desember 2018

Dilaporkan ke DKPP Soal Reuni 212, Begini Kata Anggota Bawaslu

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo. bawaslu.go.id

    Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo. bawaslu.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta-Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo dilaporkan Jaringan Advokat Pengawal NKRI (Japri) ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait komentarnya ihwal aksi Reuni Akbar 212. Saat itu Ratna menyatakan bahwa tidak ada pelanggaran pemilu dalam kegiatan itu. Menurut Ratna pernyataannya soal tak ada pelanggaran di aksi itu sudah sesuai dengan kapasitasnya sebagai pengawas pemilu.

    "Sebagai penyelenggara saya meyakini itu sudah sesuai dengan aturan. Kalau pun kemudian ada pihak yang tak bisa menerima, ya kan ada saluran yang disediakan oleh Undang-undang," ujar Ratna ketika dihubungi wartawan, Rabu, 5 Desember 2018.

    Baca: Anggota Bawaslu Dilaporkan ke DKPP soal Ucapan tentang Reuni 212

    Pelapor Ratna, Abdul Fakhridz, juga melaporkan anggota Bawaslu DKI Jakarta, Puadi, karena diduga melanggar kode etik penyelenggara pemilu yang memberikan statemen sebelum memverifikasi temuan dan aduan pelanggaran.

    Abdul menilai pernyataan Ratna tentang aksi 212  terburu-buru. Menurut Abdul, anggota Bawaslu seharusnya menerima laporan dan temuan terlebih dahulu barulah memberikan pernyataan resmi kelembagaan. Abdul turut mempermasalahkan pernyataan Ratna yang dikeluarkan hanya dengan memantau aksi dari televisi.

    Menurut Ratna dia memantau aksi tersebut dari televisi lantaran kondisinya yang kurang sehat. Kendati demikian, Ratna menyebut mengawasi jalannya aksi itu sesuai dengan apa yang tampilkan di televisi. "Karena itu saya hanya sampaikan hal-hal yang bisa saya lihat dan dengar lewat televisi. Untuk hal lain, saya minta laporannya dari Bawaslu DKI yang mengawasi di lapangan," katanya.

    Simak: Kata Komisioner Bawaslu Soal Kehadiran Prabowo di Reuni Akbar 212

    Sebelumnya, Ratna menyebutkan kehadiran calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, di acara Reuni Akbar 212 yang berlangsung di Halaman Monumen Nasional atau Monas tidak melanggar aturan kampanye.

    "Sebagai pihak yang diundang, tidak masalah. Sepanjang tidak melakukan kampanye," kata Dewi pada Tempo lewat pesan singkat, Ahad, 2 Desember 2018. Selain itu, Ratna menilai tidak ada unsur kampanye saat Prabowo menyampaikan orasinya.

    SYAFIUL HADI | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".