Senin, 17 Desember 2018

Wapres JK Harap WNI di Argentina Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) disambut oleh Presiden Argentina Mauricio Macri saat menghadiri KTT para pemimpin G20 di Buenos Aires, Argentina, Jumat, 30 November 2018. Pertemuan KTT G20 akan berlangsung pada 30 November dan 1 Desember 2018. REUTERS/Marcos Brindicci

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) disambut oleh Presiden Argentina Mauricio Macri saat menghadiri KTT para pemimpin G20 di Buenos Aires, Argentina, Jumat, 30 November 2018. Pertemuan KTT G20 akan berlangsung pada 30 November dan 1 Desember 2018. REUTERS/Marcos Brindicci

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK berharap seluruh warga negara Indonesia di Argentina yang telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

    Baca juga: Ketum Terpilih: Jaga Netralitas Pemuda Muhammadiyah di Pemilu

    Hal itu disampaikan Wapres JK saat menghadiri acara temu sapa dengan WNI di Buenos Aires, Argentina, di sela-sela kunjungannya menghadiri rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

    "Termasuk Anda punya hak; mau datang boleh, tidak datang boleh. Tapi saya harapkan Anda datang untuk memilih pemimpin yang diharapkan," kata Wapres dalam keterangan persnya yang diterima Antara di Jakarta, Minggu, 2 Desember 2018.

    JK mengatakan pemilihan umum pada April mendatang merupakan pelaksanaan pesta demokrasi paling rumit yang pernah dialami Indonesia, karena pada hari yang sama terjadi pemilu untuk lima kategori.

    "Pemilu (2019) kali ini adalah pemilu paling rumit, karena terdapat lima pemilihan sekaligus mulai dari pemilihan DPRD kota-kabupaten, hingga pemilu presiden," jelasnya.

    Wapres pun menyampaikan kepada WNI di Argentina bahwa pelaksanaan pemilu di Indonesia selalu berlangsung aman, dengan tolok ukur tidak ada korban jiwa akibat konflik perbedaan pandangan politik dalam pilkada serentak maupun pileg dan pilpres sebelumnya.

    Oleh karena itu, Wapres JK mengajak semua WNI untuk menjaga kondisi kebangsaan mulai dari masa kampanye hingga tahapan pemilu 2019 berakhir.

    JK mengatakan perbedaan pandangan politik, suku, agama, ras dan antargolongan harus dapat dimaknai sebagai kekuatan bangsa Indonesia untuk menjaga persatuan.

    Dalam hal toleransi beragama, lanjut JK, Indonesia termasuk negara yang baik dalam menjaga keharmonisan di tengah perbedaan.

    Baca juga: FSGI Kecam Politisasi Guru Setiap Pemilu

    "Sebenarnya di antara banyak negara, kita merupakan yang terbaik. Contohnya, menteri kita ada 35 dan semua agama ada. Kita juga punya 15 hari libur nasional, dan semua hari libur agama-agama ada," ujar JK.

    Jumlah WNI di luar negeri yang tercatat dalam DPT hasil perbaikan tahap pertama oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebanyak 2.025.344 pemilih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".