Senin, 17 Desember 2018

Bahas Pilpres dan Pileg, PDIP Kembali Gelar Rakornas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati Soekarnoputri berpidato dalam acara Rakornas PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, 1 September 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Megawati Soekarnoputri berpidato dalam acara Rakornas PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, 1 September 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuanganhari ini kembali mengadakan rapat koordinasi nasional (Rakornas). Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan agenda rakornas kali ini tetap membahas soal pemenangan pilpres dan pileg 2019 namun kali ini akan lebih konkret.

    Menurut Hasto, sudah banyak terjadi dinamika politik sejak rakornas terakhir pada tiga bulan lalu. Rakornas kali ini akan membahas hasil-hasil evaluasi dari rakornas yang lalu. “Dengan demikian sekarang langkah-langkahnya jauh lebih konrket,” kata dia di kantor PDIP pada Sabtu, 1 Desember 2018.

    Baca: Gelar Rakornas, PDIP Hadirkan Ma'ruf Amin sebagai Pembicara

    Hasto mengatakan kali ini PDIP mengundang seluruh struktur di tingkat provinsi untuk melengkapi kepala-kepala daerah yang beberapa waktu lalu juga sempat berkumpul dalam agenda tertutup. Keduanya sama, kata dia, tetap membahas pemenangan pilpres dan pileg.

    Mengenai materi, Hasto mengatakan pihaknya akan melakukan pemetaan politik atas dinamika yang terjadi. Hasil dari rapat kali ini akhirnya akan disampaikan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang dijadwalkan hadir.

    Selain masalah pemilu, kata Hasto, akan turut dibahas soal gugatan dari Partai Berkarya pada kadernya Ahmad Basarah soal ucapannya yang menyebut Soeharto sebagai guru korupsi Indonesia. “Gugatan yang dilakukan berkarya terhadap pak Ahmad Basarah juga kami tanggapi secara serius,” kata Hasto.

    Baca: PDIP Ladeni Jika Partai Berkarya Lapor Soal Soeharto Guru Korupsi

    Hasto mengatakan gugaan ini merupakan momentum untuk memastikan bahwa semangat reformasi untuk membentuk pemerintahan yang bersih dari KKN. Ia ingin melihat sejauh mana kubu oposisi merawat semangat anti KKN, dengan tidak mengirimkan caleg yang sempat terlibat kasus korupsi.

    Ia pun mengklaim, partainya bersih dari caleg mantan koruptor. “Kalau PDIP tidak ada. Berarti kami komitmen pada semangat reformasi itu,” kata Hasto.

    Baca: Megawati Heran Kader PDIP Selalu Memilihnya Sebagai Ketua Umum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".