Senin, 17 Desember 2018

Bawaslu Surabaya Temukan Dugaan Pelanggaran Kampanye Saat Reses

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pemilu 2014. ANTARA/Zabur Karuru

    Ilustrasi Pemilu 2014. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Surabaya - Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kota Surabaya menemukan sejumlah dugaan pelanggaran kampanye dalam pelaksanaan reses anggota DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur.

    "Ada laporan hasil dari investigasi petugas Panwaslucam terdapat sejumlah pelanggaran reses anggota dewan. Akan tetapi, kami masih mendalaminya," kata Ketua Bawaslu Surabaya Hadi Margo kepada Antara di Surabaya, Rabu, 7 November 2018.

    Baca: Petilasan Raja Kadiri Mulai Didatangi Caleg

    Menurut Hadi, ada petugas pengawas pemilu kecamatan (panwaslucam) di kawasan Gunung Anyar yang sedang bertugas melakukan pengamatan pada saat pelaksanaan reses. Mereka sempat diusir oleh warga setempat. "Katanya ada yang bilang reses, kok, diawasi. Warga meminta petugas panwaslucam meninggalkan lokasi reses," ujarnya.

    Namun, kata Hadi, petugas panwaslucam tersebut tidak mengindahkannya karena pengawasan tersebut merupakan bagian dari tugasnya. Petugas tetap melaksanakan pemantauan tapi dari kejauhan.

    "Kami tahu reses itu hak dewan. Akan tetapi, yang kami antisipasi itu adanya kampanye terselubung," kata Hadi.

    Baca: Politikus Demokrat Ceritakan Kesibukan SBY Kampanye Senyap

    Saat ditanya siapa anggota dewan yang melakukan pelanggaran tersebut, Hadi enggan menyebutkan namanya karena pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk memprosesnya. Namun, kata dia, pada saat petugas panwaslucam menanyakan mengenai kegiatan reses ada yang mengatakan untuk rapat internal partai dan mengumpulkan saksi-saksi Pemilu 2019.

    "Kami belum menemukan adanya brosur atau pamflet berupa ajakan untuk mencoblos caleg pada Pemilu 2019. Ini yang kadang kami kesulitan mengumpulkan bukti," kata Hadi.

    Hadi mengimbau seluruh panwaslucam se-Kota Surabaya untuk memberikan laporan atas pemantauannya terkait dengan kegiatan reses anggota DPRD setempat yang berakhir pada tanggal 7 November ini.

    Menurut dia, bentuk pelanggaran dalam pertemuan reses tidak hanya dilakukan anggota dewan. Jika pembawa acara dalam kegiatan terkait mengarahkan pada ajakan untuk memilih anggota dewan yang bersangkutan pada pemilu mendatang, misalnya, maka bisa masuk kategori pelanggaran. "Kalau ada ajakan dari pembawa acara, masuk dugaan pelanggaran. Maka, si pembuat acara bisa dipanggil untuk klarifikasi," ujarnya.

    Baca: Dilaporkan ke Bawaslu, Ma'ruf Amin Bantah Janji Bagi-bagi Tanah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".