Senin, 17 Desember 2018

Politikus Demokrat Ceritakan Kesibukan SBY Kampanye Senyap

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan dalam acara Pasar Murah, yang digelar di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018. Warga bisa membeli paket sembako, yang seharusnya seharga 75 ribu menjadi 25 ribu, dengan menukarkan kupon yang sudah dibagikan panitia. TEMPO/Subekti.

    Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan dalam acara Pasar Murah, yang digelar di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018. Warga bisa membeli paket sembako, yang seharusnya seharga 75 ribu menjadi 25 ribu, dengan menukarkan kupon yang sudah dibagikan panitia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan partainya berkampanye senyap dalam pemilu 2019. Hal ini disampaikan Ferdinand saat menceritakan kesibukan kampanye Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY belakangan ini.

    "Kami bukan diam-diam, kami memang senyap bergeraknya," kata Ferdinand di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa malam, 6 November 2018.

    Baca: SBY ke Caleg Demokrat: Jangan Umbar Janji yang Muluk-muluk

    Ferdinand menuturkan, SBY baru saja berkeliling ke tujuh kabupaten di Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Barat belum lama ini. Perjalanan itu memakan waktu 8 hari. Daerah-daerah yang didatangi, kata Ferdinand, di antaranya Solo, Wonosobo, Klaten, Yogayakarta, Banjarnegara, dan beberapa daerah di Jawa Barat.

    Menurut Ferdinand, dirinya turut mendampingi SBY bersafari. Dalam kunjungan-kunjungan ke daerah itu, kata dia, SBY mengkampanyekan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

    Namun Ferdinand mengatakan bahwa partainya memang memilih cara berbeda dalam kampanye pilpres. "Kami lebih suka face to face dengan masyarakat. Kami dengarkan mereka. Partai Demokrat strateginya seperti itu sekarang," ujarnya.

    Baca: Prabowo: Indonesia Tumbuh Cepat di Masa SBY, Jokowi Ugal-ugalan

    Masih ihwal strategi, Ferdinand mengatakan Demokrat akan mendengarkan suara warga terlebih dulu, khususnya apa yang dirasakan setelah empat tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Mereka juga akan menanyakan apakah masyarakat masih mau dipimpin Presiden Jokowi.

    Jika jawabannya ya, kata Ferdinand, mereka akan menanyakan harapan-harapan masyarakat ke depan. Selanjutnya, Demokrat akan memberi penjelasan apakah harapan-harapan itu bisa dipenuhi di bawah kepemimpinan Jokowi.

    "Kalau harapannya itu kami anggap tidak akan bisa didapat di era Pak Jokowi, ya kami berikan alasannya bahwa lebih baik memilih pemimpin baru," kata Ferdinand.

    Baca: Soal Utang, Sri Mulyani Beberkan Belanja Negara Era SBY-Jokowi

    Ferdinand pun mengklaim, cara senyap seperti ini dinilai lebih efektif ketimbang kampanye secara terbuka. Demokrat, kata dia, tak berkampanye dengan ujug-ujug meminta masyarakat memilih partai dan pasangan calon presiden-wakil presiden yang diusung.

    Ia mengatakan SBY dan Demokrat akan terus berkeliling di pulau Jawa karena dianggap menjadi kunci kemenangan pemilu. Selepas pembekalan calon anggota legislatif pada 10-11 November nanti, kata Ferdinand, mereka akan kembali bersafari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".