Senin, 17 Desember 2018

LSI Denny JA: Kabar Caleg di Pemilu 2019 Kalah Dibanding Capres

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua calon presiden, Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto, bergandengan dalam acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 23 September 2018. Dua pasangan capres dan cawapres hingga para pejabat hadir mengenakan pakaian adat dalam acara yang bertema

    Dua calon presiden, Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto, bergandengan dalam acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 23 September 2018. Dua pasangan capres dan cawapres hingga para pejabat hadir mengenakan pakaian adat dalam acara yang bertema "Kampanye Anti-Politisisasi SARA, Hoax, dan Politik Uang" tersebut. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pamor calon legislator dalam kontestasi Pemilihan Umum 2019 (Pemilu 2019) kalah dari calon presiden dan wakil presiden. Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, mengatakan pemilihan presiden yang digelar serentak dengan pemilihan legislator menyebabkan orang lebih berfokus pada pilpres.

    Baca: Survei LSI Denny JA: PDIP Potensial Menang di Lima Provinsi Besar

    "Jangankan caleg, partai pun terpaan informasinya sedikit," kata Adjie saat ditemui seusai konferensi pers hasil survei LSI Denny JA tentang Pertarungan Partai Politik di 10 Provinsi Terbesar pada Jumat, 2 November 2018 di kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur.

    Adjie tak menafikkan caleg hanya muncul menjelang Pemilu. Karena itu, ketokohan para calon anggota Dewan ini belum terlalu mengakar.

    Caleg pun harus lebih bekerja keras membangun citra diri mereka di masyarakat supaya dikenal. Adjie mencontohkan salah satunya dengan proaktif terlibat dalam berbagai kegiatan.

    Keberadaan caleg ini, menurut Adjie, menguntungkan partai. Sebab, saat caleg bekerja memaksimalkan kekuatannya, secara otomatis suara partai di masing-masing dapil itu akan terdongkrak. "Itulah sebabnya, survei-survei suara partai lebih besar dibanding survei-survei sebelumnya," tuturnya.

    Baca: Survei: Efek Bakpao Setya Novanto Rugikan Golkar di Pemilu 2019

    Selain mampu mendongkrak elektabilitas, caleg dianggap lebih murni menangkap efek mesin partai. Meski kalah dengan suara pilpres, tak sedikit nama caleg yang terkenal di masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".