Senin, 17 Desember 2018

Cara KPU Distribusikan Logistik Pemilu ke Daerah Sulit Dijangkau

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi logistik pemilu. dok.TEMPO

    Ilustrasi logistik pemilu. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum akan menggandeng TNI dan kepolisian untuk menyalurkan logistik pemilu. Komisioner KPU Pramono Ubaid mengatakan hal ini dilakukan untuk menyalurkan logistik ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

    "Kalau memang daerah-daerah yang sangat khusus kami biasanya kerja sama dengan aparat-aparat setempat," ujar Pramono di kantor KPU, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

    Baca: KPU Mulai Kirim Logistik Pemilu ke Daerah Terjauh

    Menurut Pramono, TNI dan kepolisian memiliki fasilitas yang dapat menjangkau daerah terpencil. Contohnya, kata dia, mereka biasanya mempunyai helikopter yang bisa digunakan. "Biasanya kami juga kerja sama dengan Pemda setempat yang punya kapal," kata dia.

    Pramono mengatakan pengiriman logistik ke daerah tersulit ini dilakukan dari tingkat kabupaten kota ke kecamatan hingga ke TPS. KPU, kata dia, tak melakukan distribusi dari pabrik pembuatan logistik ke kabupaten kota sebab hal itu merupakan tanggung jawab perusahaan pemenang tender.

    "Mereka memenangkan lelang pengadaan satu item misalnya itu sudah harus dengan distribusinya, dan harus menggandeng perusahaan logistik," kata Pramono.

    Baca: Nusron Wahid Minta KPU Perjelas Larangan Kampanye di Pesantren

    Pramono menuturkan, semua logistik pemilu memang dikumpulkan dahulu di setiap kabupaten. Setelah itu, kata dia, KPU akan menyalurkan semua logistik secara bersama menjelang pemungutan suara. "Nanti baru kotaknya di satukan dengan surat suara, perlengkapan formulir, sampul, segel, segala macam yang nanti didistribusikan dari kabupaten kota ke kecamatan sampai ke TPS," ujarnya.

    KPU mulai mengirim beberapa logistik yang telah selesai diproduksi ke beberapa daerah di Indonesia. Hal ini bertujuan agar pengiriman logistik keseluruhan tak menumpuk menjelang pemungutan suara.

    Ada beberapa daerah yang menjadi prioritas pengiriman pertama logistik pemilu oleh KPU. Daerah tersebut antara lain Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, dan Sumatera Utara. Logistik tersebut dikirim ke kabupaten-kabupaten yang sulit dijangkau di provinsi tersebut.

    Sejauh ini, ucap Pramono, KPU sudah memproduksi kotak dan bilik suara yang kini sedang didistribusikan. Beberapa logistik pemilu lain di antaranya sampul, amplop, dan tinta akan mulai diproduksi pada 12 Oktober 2018. "Sementara untuk segel sekarang ini sedang proses lelang, semua melalui e-katalog," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".