Senin, 17 Desember 2018

KPU Mulai Kirim Logistik Pemilu ke Daerah Terjauh

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota KPU Ilham Saputra (kiri) bersama Direktur Produksi PT Karya Indah Multiguna Johan Purwanto (kanan) memperlihatkan hasil contoh kotak suara Pemilu saat meninjau produksi perdana kotak dan bilik suara Pemilu 2019, di Pabrik Kertas PT Karya Indah Multiguna, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 30 September 2018. KPU menyiapkan sekitar 4.060.000 kotak suara dan 2.000.000 bilik suara menggunakan bahan dasar kertas kardus guna memenuhi kelengkapan logistik Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019. ANTARA

    Anggota KPU Ilham Saputra (kiri) bersama Direktur Produksi PT Karya Indah Multiguna Johan Purwanto (kanan) memperlihatkan hasil contoh kotak suara Pemilu saat meninjau produksi perdana kotak dan bilik suara Pemilu 2019, di Pabrik Kertas PT Karya Indah Multiguna, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 30 September 2018. KPU menyiapkan sekitar 4.060.000 kotak suara dan 2.000.000 bilik suara menggunakan bahan dasar kertas kardus guna memenuhi kelengkapan logistik Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mulai mengirim logistik untuk pemilu 2019 ke beberapa daerah di Indonesia. Komisioner KPU Pramono Ubaid mengatakan pengiriman ini dilakukan untuk mencicil logistik yang telah selesai dicetak.

    "Sejak kemarin itu sudah mulai ada yang bisa didistribusikan. Jadi berjalannya paralel," kata Pramono di kantor KPU pada Selasa, 9 Oktober 2018.

    Baca: Migrant Care: Banyak Potensi Pelanggaran Pemilu di Luar Negeri

    Pramono mengatakan KPU memang sengaja mencicil pengiriman logistik ke beberapa daerah ini. Pengiriman ini sudah mulai dilakukan sejak tanggal 4 Oktober lalu. "Yang sudah selesai dicetak 30 September kemarin tidak kami tumpuk di pabrik, tapi langsung kami kirim," kata dia.

    Menurut Pramono, distribusi logistik dilakukan secara bertahap bertujuan agar tak menambah beban KPU. Sebab, kata dia, pengiriman logistik pada waktu bersamaan dikhawatirkan akan bermasalah. "Kalau kayak gitu (bersamaan) nanti beban kami terlalu berat. Jadi yang sudah ada ini segera kami kirim," ujarnya.

    Pramono menuturkan logistik pertama yang sudah dikirim ini berupa kotak dan bilik suara. Pengiriman pertama ini ditujukan untuk daerah-daerah dengan tujuan terjauh dan letak geografis yang paling sulit. Sebab, pengiriman logistik ke daerah berlokasi jauh memakan waktu cukup lama. "Kami dahulukan sehingga daerah yang lain provinsi-provinsi dekat itu belakangan," kata dia.

    Baca: Golkar Sebut Pemilu 2019 Paling Rumit di Dunia

    Ada beberapa daerah yang menjadi prioritas pengiriman pertama logistik pemilu oleh KPU. Daerah tersebut antara lain Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, dan Sumatera Utara.

    Pramono mengatakan logistik itu dikirim ke kabupaten-kabupaten yang sulit dijangkau di provinsi tersebut. "Jadi kabupaten tertentu di provinsi itu yang didahulukan, meski belum seluruhnya dikirim," ujarnya.

    Sejauh ini, kata Pramono, KPU sudah memproduksi kotak dan bilik suara. Beberapa logistik lain di antaranya sampul, amplop dan tinta akan mulai diproduksi pada 12 Oktober 2018. "Sementara untuk segel sekarang ini sedang proses lelang, semua melalui e-katalog," ujarnya.

    Baca: Soal Pelanggaran Deklarasi Kampanye Damai, KPU: Publik yang Nilai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".