Selasa, 11 Desember 2018

Yenny Wahid Dukung Jokowi, Pengagum Gus Dur Tak Otomatis Ikut

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kiri), istri mendiang Presiden RI ke-4 (almarhum) Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah Wahid (kanan), dan anaknya, Yenny Wahid (kedua kanan), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (kedua kiri), berfoto bersama di rumah keluarga Gus Dur, Ciganjur, Jakarta, 26 September 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kiri), istri mendiang Presiden RI ke-4 (almarhum) Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah Wahid (kanan), dan anaknya, Yenny Wahid (kedua kanan), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (kedua kiri), berfoto bersama di rumah keluarga Gus Dur, Ciganjur, Jakarta, 26 September 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Kode Inisiatif,  Veri Junaidi, mengatakan deklarasi Yenny Wahid mendukung pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin tidak otomatis seluruh keluarganya ikut. Bahkan keluarga dan pengikut almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ada yang berbeda pilihan politik terhadap calon presiden dan wakil presiden nomor 01 ini.

    Baca: Yenny Wahid: Bismillah...., Jokowi Akan Memimpin Kembali

    "Tidak bisa kemudian dukungan itu merepresentasikan seluruhnya, karena faktanya di keluarga Gus Dur ada Alissa Wahid dan Inaya Wahid entah pilihan mereka sama atau tidak. Tidak bisa disamaratakan dukungan satu tokoh akan membawa dukungan seluruh pemilih lainnya," kata Veri di Jakarta, Kamis, 27 September 2018.

    Perbedaan sikap politik di internal keluarga Presiden RI ke-4 tersebut, menurut Veri, menjadi contoh demokrasi, di mana kebebasan berpolitik dalam sebuah keluarga. "Satu kelompok atau satu keluarga berbeda dukungan, itulah real politic," kata Veri.

    Yenny Wahid mendeklarasikan dukungannya ke pasangan Jokowi - Ma'ruf pada Rabu, 26 September 2018. Barisan ormas di belakang Yenny Wahid, yang turut mendukung pasangan nomor 01 yakni Barikade Gus Dur, Forum Kiai Kampung Nusantara, Garis Politik Al Mawardi, Gerakan Kebangkitan Nusantara, Satuan Mahasiswa Nusantara, Millenial Political Movement, Komunitas Santri Pojokan, Jaringan Perempuan untuk NKRI, dan Forum Profesional Peduli Bangsa.

    Veri Junaidi melanjutkan, sikap politilk di keluarga Yenny Wahid yang beragam tampak ketika deklarasi ibundanya, Sinta Nuriyah Wahid, dan dua adik kandung Yenny, yakni Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid dan Inaya Wulandari Wahid, tidak turut serta. "Deklarasi Yenny Wahid tidak otomatis mencerminkan pilihan politik pengikut Gus Dur," kata Veri.


    Bidik Kaum Nahdliyin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.