Selasa, 11 Desember 2018

Ini 15 Provinsi dengan Kerawanan Pemilu 2019 Tertinggi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers komisioner Badan Pengawas Pemilu tentang pembukaan Electoral Studies Program dalam rangka penyelenggaraan Pilkada 2018 di Hotel Marlynn Park, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018. Acara ini diadakan oleh Bawaslu. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Konferensi pers komisioner Badan Pengawas Pemilu tentang pembukaan Electoral Studies Program dalam rangka penyelenggaraan Pilkada 2018 di Hotel Marlynn Park, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018. Acara ini diadakan oleh Bawaslu. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merilis hasil pemetaan Indeks Kerawanan Pemilu 2019. Dalam data ini, Bawaslu menyebutkan ada 15 provinsi di Indonesia dengan indeks kerawanan pemilu yang tinggi.

    "Ini 15 kategori yang kami petakan dari Indeks Kerawanan Pemilu provinsi," kata Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 25 September 2018.

    Baca: PDIP Paling Besar, Ini Rincian Dana Kampanye Parpol Pemilu 2019

    Adapun 15 provinsi dengan kategori kerawanan pemilu tinggi, yaitu Papua Barat, Papua, Maluku Utara, Aceh, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Lampung, Sumatera Barat, Jambi, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Provinsi-provinsi ini diukur berdasarkan empat dimensi, yakni konteks sosial politik, penyelengaraan yang bebas dan adil, kontestasi, serta partisipasi.

    Dalam menentukan IKP ini, Bawaslu membuat tiga kategori penghitungan untuk menentukan tingkat kerawanan pemilu. Tiga kategori itu adalah 0-33 untuk tingkat kerawanan rendah, 33,01-66 untuk tingkat kerawanan sedang, serta 66,01-100 untuk kerawanan tinggi.

    Baca: KPU Imbau Peserta Hindari Tiga Hal di Pemilu 2019

    Menurut Afif, hasil IKP Bawaslu menunjukkan tak ada satu daerah pun dengan kategori tingkat kerawanan rendah. Ia mengatakan seluruh provinsi di Indonesia rata-rata memiliki tingkat kerawanan di angka 49,00. "Jadi masih di bawah (angka) yang tinggi atau masih sedang (tingkatnya)," kata dia.

    Jika dilihat dari dimensi, kata Afif, kategori dimensi dengan tingkat kerawanan tinggi ada di ranah penyelenggaraan pemilu bebas adil dengan skor 53,80. Selain itu, kategori lain seperti dimensi sosial politik berada di angka 43,89, dimensi kontestasi dengan 50,65, dan dimensi partisipasi dengan 48,18. "Penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil meskipun dalam posisi tengah, tapi tertinggi dari empat aspek yang di atas. Ini pengingat kepada kita baik di KPU maupun Bawaslu," ujarnya.

    Baca: KPU Minta Peserta Pemilu Manfaatkan Masa Kampanye Sebaik-baiknya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.