Ini 38 Nama Eks Napi Korupsi yang Menjadi Caleg 2019

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPU Arief Budiman (kanan) memantau perbaikan data pendaftaran Caleg dari partai Garuda untuk pemilu 2019 di KPU, Jakarta Pusat, 31 Juli 2018. KPU memberi batas waktu hingga 31 Juli 2018 sampai pukul 24.00 WIB bagi sejumlah parpol yang ingin memperbaiki data bakal pendaftaran Caleg untuk DPR RI sampai DPRD provinsi/kabupaten/kota. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ketua KPU Arief Budiman (kanan) memantau perbaikan data pendaftaran Caleg dari partai Garuda untuk pemilu 2019 di KPU, Jakarta Pusat, 31 Juli 2018. KPU memberi batas waktu hingga 31 Juli 2018 sampai pukul 24.00 WIB bagi sejumlah parpol yang ingin memperbaiki data bakal pendaftaran Caleg untuk DPR RI sampai DPRD provinsi/kabupaten/kota. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra mengumumkan nama-nama calon eks napi korupsi yang akan mengikuti pemilu legislatif 2019. Dari nama-nama itu, kata dia, tidak ada satupun calon eks koruptor yang mengikuti pileg untuk kursi DPR RI.

    Baca: KPU: Tanda Caleg Eks Koruptor Bisa Timbulkan Kesan Diskriminatif

    "Jadi saya mengklarifikasi bahwa di DCT DPR RI tidak ada calon mantan napi korupsi," kata Ilham di gedung KPU, Kamis 20 September 2018. KPU mencatat ada 38 caleg yang berstatus eks napi korupsi yang akan maju di tingkat DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

    Berikut adalah nama-nama caleg eks napi korupsi yang dirilis oleh KPU:

    Tingkat DPRD Provinsi

    Dapil DKI 3
    - Mohamad Taufik (Partai Gerindra)

    Dapil Gorontalo 6
    - Samuel Buntuang (Perindo)

    Dapil Jambi 1
    - Nasrullah Hamkah (Partai Bulan Bintang)

    Dapil Jambi 2
    - Abd. Fattah (Partai Amanat Nasional)

    Dapil Jateng 4
    - Midasir (Partai Hanura)

    Dapil Maluku Utara
    - Husen Kausaha (Partai Gerindra)

    Dapil Maluku Utara 2
    - Arief Armaiyn (Partai Berkarya)

    Dapil Maluku Utara 3
    - Ahmad Ibrahim (Partai Hanura)
    - Hamid Usman (Partai Golkar)
    - Welhelmus Tahalele (Partai Hanura)

    Dapil Sulut
    - Herry Jones Kere (Partai Gerindra)

    Dapil Sulut 2
    - Meike Nangka (Partai Berkarya)

    Baca: KPU Resmi Masukkan Caleg Eks Koruptor ke Daftar Calon Tetap

    Tingkat DPRD Kabupaten/Kota

    Dapil Bangka Belitung
    - Ferizal (Partai Gerindra)
    - Mirhammuddin (Partai Gerindra)

    Dapil Belitung 2
    - Masri (PAN)

    Dapil Blora 3
    - Warsit (Partai Hanura)

    Dapil Bulukumba 3
    -Andi Muttamar Mattotorang (Partai Berkarya)

    Dapil Cilegon 1
    - Jhony Husban (Partai Demokrat)

    Dapil Cilegon 2
    - Bahri Syamsu Arief (PAN)

    Dapil Ende 1
    - Yohanes Marinus Kota (Partai Berkarya)

    Dapil Lingga 3
    - Muhammad Afrizal (PAN)

    Dapil Lombok Tengah
    - Syamsudin (Partai Demokrat)

    Dapil Lombok 4
    - Darmawaty Dareho (Partai Demokrat)

    Dapil Mamuju 2
    - Maksum DG Mannassa (PKS)

    Dapil Nias Selatan
    - Julius Dakhi (Partai Garuda)
    - Ariston Moho (Partai Garuda)

    Dapil Pagar Alam 1
    - Jones Khan (Partai Demokrat)

    Dapil Pagar Alam 2
    - Zulkifri (Perindo)

    Dapil Pandeglang
    - Heri Baelanu (Partai Golkar)
    - Dede Widarso (Partai Golkar)

    Dapil Poso
    - Idrus Tadjil (PDI Perjuangan)

    Dapil Poso 3
    - Matius Tungka (PKPI)

    Dapil Raja Lebong 3
    - Edi Ansori (Partai NasDem)

    Dapil Raja Lebong 4
    - Abu Bakar (Partai NasDem)

    Dapil Rembang 4
    - Moh. Nur Hasan (Partai Hanura)

    Dapil Tanggamus
    - Alhajar Syahyan (Partai Gerindra)

    Dapil Tojo Una-una
    - Saiful T Lami (Partai Golkar)

    Dapil Toraja Utara
    - Joni Cornelius Tondok (PKPI).

    Baca: Revisi Peraturan KPU Hanya pada Frasa Larangan Caleg Eks Koruptor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.