Senin, 17 Desember 2018

Masinton Pasaribu Tuding Klaim DPT Ganda Kubu Prabowo Politis

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Aktivis 98 Masinton Pasaribu saat mengikuti diskusi kebangsaan dan buka puasa bersama mantan aktivis 98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, 29 Mei 2018. Acara ini diadakan juga untuk memperingati perjuangan mereka 20 tahun lalu dalam membawa Indonesia ke era demokrasi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Aktivis 98 Masinton Pasaribu saat mengikuti diskusi kebangsaan dan buka puasa bersama mantan aktivis 98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, 29 Mei 2018. Acara ini diadakan juga untuk memperingati perjuangan mereka 20 tahun lalu dalam membawa Indonesia ke era demokrasi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta-Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Masinton Pasaribu menilai temuan daftar pemilih tetap ganda atau DPT ganda oleh tim Prabowo Subianto - Sandiaga Uno memiliki motif politik. "Saya melihat motif politiknya. Seakan-akan dibuat kisruh," kata Masinton di The Indonesian Institute, Jakarta, Jumat, 14 Setpember 2018.

    Masinton berujar temuan DPT ganda yang diklaim kubu Prabowo - Sandiaga kerap berubah-ubah, yaitu semulai 25 juta menjadi 8 juta. Ia mempertanyakan kredibilitas temuan tersebut. "Dari 25 juta jadi 8 juta hanya dalam hitungan hari bisa susut. Sementara KPU tetap menyampaikan tidak lebih dari 2 juta. Saya lihat ada motif politik menyampaikan itu," ujarnya.

    Baca: Timses Jokowi Sebut Data DPT Ganda Kubu Prabowo Tidak Kredibel

    Menurut Masinton kubu Prabowo - Sandiaga bisa saja menjadikan temuan DPT ganda sebagai strategi menyerang Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Misalnya, kata Masinton, ada tudingan bahwa Jokowi - Ma'ruf menang pilpres 2019 karena menggunakan DPT bermasalah.

    Di sisi lain Masinton menyarankan agar Komisi Pemilihan Umum harus bekerja secara profesional. Ia berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat memastikan kualitas penyelenggaraan pemilu berlangsung demokratis tanpa ada penghilangan dan penggandaan hak pilih warga.

    "KPU jaga netralitas. Karena  , penyelenggara pemilu tidak boleh jadi bagian yang mengkisruhkan pemilu. Saya minta KPU benar-benar jadi penyelenggara profesional," katanya.

    Simak: Koalisi Prabowo - Sandiaga Temukan 6,8 Juta Data Ganda

    Sebelumnya, kubu Prabowo mengklaim telah menemukan ada 8.145.713 pemilih ganda berdasarkan penelusuran tim khusus mereka. Namun KPU meyakini temuan jumlah pemilih ganda dalam DPT tak akan lebih dari 2 persen. KPU saat ini tengah menyisir DPT hingga penetapan pada 15 September 2018.

    "Kami yakin angkanya di bawah 2 persen, bahkan satu persen dari total DPT," ujar Komisioner KPU, Viryan Azis, di kantornya, Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

    KPU telah menetapkan jumlah DPT sebanyak 185 juta pemilih pada 5 September 2018. Jika dihitung dari jumlah ini, maka KPU menargetkan data DPT ganda tak sampai 1,85 juta pemilih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".