Senin, 24 September 2018

Banyak Data DPT Ganda, Bawaslu Minta KPU Tunda Rekapitulasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sihar Sitorus menunjukan KTP saat mendaftarkan diri sebagai DPTb di TPS 7, Kelurahan Medan Baru, Kecamatan Medan baru pada Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/IIL ASKAR MONDZA

    Sihar Sitorus menunjukan KTP saat mendaftarkan diri sebagai DPTb di TPS 7, Kelurahan Medan Baru, Kecamatan Medan baru pada Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/IIL ASKAR MONDZA

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda rekapitulasi daftar pemilih tetap atau DPT nasional Pemilu 2019. “Masih banyak data ganda dalam DPT.” Bawaslu menyampaikannya dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 September 2018.

    Dari pengamatan terhadap nomor induk DPT, Bawaslu menemukan 131.363 orang dari 76 kabupaten/kota yang terdaftar lebih dari satu kali. Bawaslu merekomendasikan KPU mencocokkan kembali nama dan alamat di tingkat kabupaten/kota secara faktual terhadap data pemilih ganda.

    Baca:
    Gerindra: Pemilih Ganda di DPT Rugikan Masyarakat
    KPU Umumkan DPT Pemilu 2019 Sebanyak 185 ...

    Hal yang sama dikemukakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopian. Ia menuturkan partai dan koalisinya menemukan 25 juta data pemilih ganda.

    Namun data yang diungkapkan Pipin diakuinya bukan berdasarkan DPT, melainkan DPS yang diterima partainya pada 12 Juli 2018. Saat itu data pemilih yang ada masih berjumlah 137 juta, sedangkan dalam DPT sekarang jumlahnya sudah bertambah menjadi 187 juta.

    Baca: Koalisi Prabowo Diminta Buktikan Temuan 25 Juta Pemilih Ganda ...

    Bukan berdasarkan DPT, metode yang digunakan adalah mencari kesamaan dari NIK, nama lengkap, serta tempat tanggal lahir. Hasilnya, banyak orang yang terdeteksi terdaftar tiga sampai empat data, bahkan yang terbanyak sampai 14 data.

    “Kami akan menyampaikan bukti konkret bahwa kami benar mempunyai data 25 juta itu,” kata Pipin, di gedung KPU, Rabu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep