Selasa, 11 Desember 2018

Partai Nasdem Ganti 17 Caleg Eks Napi Korupsi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johny G. Plate (tengah), Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasdem Effendy Choirie (kanan) beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, 16 Juli 2018. Partai NasDem mendaftarkan bakal calon legislatif dengan data 2.552 dapil seluruh Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johny G. Plate (tengah), Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasdem Effendy Choirie (kanan) beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, 16 Juli 2018. Partai NasDem mendaftarkan bakal calon legislatif dengan data 2.552 dapil seluruh Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai NasDem mengganti 17 bakal caleg yang berstatus mantan narapidana tindak pidana korupsi sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan parlemen yang bersih dari korupsi.

    "NasDem sudah mengganti bacaleg mantan napi tipikor pada tanggal 31 Juli 2018. Bacaleg ini berada di beberapa kabupaten/kota," kata Ketua DPP Bidang Media dan Komunikasi Publik Partai NasDem Willy Aditya di Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2018.

    Baca: KPU Tolak Berkas Perbaikan Daftar Caleg Partai Hanura

    Willy mengatakan partainya kecolongan dengan adanya bakal caleg yang pernah terlibat dalam tindak pidana korupsi karena terkonsentrasi dengan kegiatan-kegiatan lain. "Kami sudah memberikan sanksi organisasi kepada kader yang mengusung bacaleg tersebut. Sanksinya berupa surat peringatan," kata dia.

    Berdasarkan data temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hampir seluruh parpol memiliki caleg bekas terpidana korupsi. Partai Nasdem disebut memiliki 17 caleg eks napi korupsi.

    Baca: Mengapa Partai Daftarkan Caleg Mantan Koruptor? Ini Alasannya

    Komisi Pemilihan Umum telah memberikan kesempatan bagi partai untuk mencoret atau mengganti caleg yang tidak memenuhi syarat tersebut hingga 31 Juli lalu. Saat ini, KPU sedang melakukan verifikasi perbaikan daftar caleg dari partai.

    Willy berharap tidak ada lagi bakal caleg yang telah didaftarkan ke KPU yang pernah terlibat kasus, seperti yang tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dalam aturan itu, ada larangan bagi eks napi bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, dan korupsi untuk menjadi caleg.

    Dari Nasdem, Willy mengatakan ada 575 bakal caleg DPR yang didaftarkan. Dari jumlah itu, ada 50 orang petahana. Sebanyak 15 orang di antaranya adalah pindahan partai lain. Apabila ditotal dengan bacaleg di tingkat DPRD provinsi dan kabupaten/kota, jumlahnya menjadi 20.391 orang untuk 2.552 dapil.

    Baca: Ada Eks Koruptor, KPU Batam Coret 28 Bakal Caleg


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.