Selasa, 21 Agustus 2018

Pileg 2019, Tommy Ganti Bacaleg Eks Napi Korupsi Partai Berkarya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto saat menghadiri acara kongres Partai Berkarya di Bogor, Jawa Barat, 23 Juli 2018. REUTERS/Beawiharta

    Ekspresi Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto saat menghadiri acara kongres Partai Berkarya di Bogor, Jawa Barat, 23 Juli 2018. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mengatakan akan mengevaluasi dan akan mengganti bakal calon anggota legislatif dari partainya untuk pemilu legislatif atau Pileg 2019 yang diketahui merupakan eks narapidana korupsi.

    "Itu kami akan evaluasi," kata Tommy Soeharto seusai menghadiri acara Ijtima' Ulama yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018 malam.

    Baca : Ratusan Eks Napi Korupsi Nyaleg, Gerindra dan Golkar Terbanyak

    Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu menemukan 16 orang bakal caleg dari Partai Berkarya sebagai eks terpidana korupsi. Temuan ini termasuk dari 199 orang eks mantan koruptor yang ditemukan Bawaslu selama pendaftaran pemilihan legislatif 2018.

    Dengan 16 bakal caleg ini, Partai Berkarya menempati posisi keempat terbanyak yang mendaftarkan mantan napi korupsi sebagai bakal caleg.

    Simak : Viral Pesan Hoax Radiasi Saat Gerhana Bulan, BMKG Bilang Begini

    Posisi pertama ditempati oleh Partai Gerindra dengan 27 bacaleg, disusul Golkar dengan 25 bacaleg, kemudian Nasdem dengan 17 bakal calon.

    Tommy menambahkan, evaluasi yang akan dilakukan partainya yakni berupa penggantian jauh sebelum Pileg 2019. Dia mengatakan akan mengikuti Peraturan Komisi Pemilihan Umum perihal itu. "Kalau enggak boleh pasti akan diganti dong, masa dipaksakan," ujar putra bungsu mantan Presiden Soeharto ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.