Selasa, 21 Agustus 2018

Kalah di Pilkada, Djarot Saiful dan Puti Guntur Jadi Caleg PDIP

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memakai kaos bertuliskan 'Jadi Presiden Itu Berat Biar Jokowi Saja' saat pelaksanaan Try Out SBMPTN PDI Perjuangan di Season City Mall, Jakarta, 29 April 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memakai kaos bertuliskan 'Jadi Presiden Itu Berat Biar Jokowi Saja' saat pelaksanaan Try Out SBMPTN PDI Perjuangan di Season City Mall, Jakarta, 29 April 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalah dalam pemilihan kepala daerah serentak pada Juni 2018, politikus PDIP, Djarot Saiful Hidayat dan Puti Guntur Soekarno, bakal maju sebagai calon legislatif atau caleg di Pemilu 2019. Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Djarot dan Puti akan maju lewat daerah pemilihan tempat mereka ikut pilkada.

    Djarot Saiful Hidayat pada pilkada lalu maju sebagai calon Gubernur Sumatera Utara bersama dengan Sihar Sitorus. Djarot kalah oleh pasangan Edi Rahmayadi - Musa Rajekshah. Adapun Puti Guntur Soekarno maju sebagai calon wakil gubernur di Jawa Timur bersama dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

    Hasto Kristiyanto tak memungkiri penempatan daerah pemilihan itu merujuk pada pertimbangan elektoral. "Aspek elektoral memang menjadi salah satu pertimbangan," kata Hasto di kantor Dewan Pengurus Pusat PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Juli 2018.

    Selain Djarot dan Puti, dua kader PDIP yang ikut pemilihan Gubernur Jawa Barat, yaitu TB Hasanuddin dan Anton Charliyan, menjadi caleg di daerah pemilihan Jawa Barat.

    Daerah pemilihan yang kini menjadi lokasi para politikus PDIP itu berbeda dengan daerah pemilihan mereka pada pemilu lima tahun lalu.

    Berdasarkan data yang dibacakan Hasto, Djarot dicalonkan dari daerah pemilihan Sumatera Utara III. Padahal dia sebelumnya maju dari dapil Jawa Timur VI. Begitu pun Puti Guntur Soekarno, maju dari dapil Jawa Timur I nomor urut 2.

    Nama Puti tepat berada di bawah Ketua Dewan Pengurus Daerah I PDIP Jawa Timur Bambang DH. Nomor ini sebelumnya ditempati oleh pamannya, Guruh Soekarnoputra. Adapun Puti sebelumnya mencalonkan diri dari dapil Jawa Barat X.

    Hasto mengatakan perpindahan dapil ini bukan untuk memicu persaingan di internal partai. Menurut dia, kompetisi itu seharusnya terjadi antarpartai, bukan sesama kader di dalam satu partai. Hasto pun menekankan bahwa PDIP mengedepankan perspektif gotong royong ketimbang aspek elektoral dari tiap individu bacaleg.

    "Persaingannya tidak ke dalam tapi justru harus ke luar. Aspek elektoral Pak Djarot menjadi pertimbangan, tapi kami juga mengkaji bahwa Pak Djarot mampu mendorong daya elektoral PDIP di Sumut, demikian juga Mbak Puti," kata Hasto.

    Berbeda dengan Djarot dan Puti, TB Hasanuddin maju caleg dari dapil asalnya, yakni Jawa Barat IX. Sedangkan Anton Charliyan, yang baru pensiun dari kepolisian, mencalonkan diri di dapil Jawa Barat XI.

    Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Utut Adianto mengatakan Anton diharapkan dapat memperkuat perolehan suara PDIP di dapil yang sebelumnya dimenangi Partai Persatuan Pembangunan itu. Dapil itu, kata Utut, merupakan basis massa Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih.

    "Pak Anton ini polisi yang juga santri, mudah-mudahan dengan begini jadi ada penguatan-lah di situ," kata Utut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.