Kapolri Tito Karnavian Minta Para Dai Bantu Jaga Keamanan Pemilu

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian dalam Silaturrahmi dai Kamtibnas Nasionalis, di Jakarta, Selasa 16 Juli 2018 /TEMPO- Taufiq Siddiq.

    Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian dalam Silaturrahmi dai Kamtibnas Nasionalis, di Jakarta, Selasa 16 Juli 2018 /TEMPO- Taufiq Siddiq.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI, Jendral Tito Karnavian meminta kepada dai-dai untuk membantu menjaga kondusifitas keamanan pada tahun politik.

    "Sebagai klaster yang menurut saya paling didengar oleh masyarakat, dai sangat memiliki peran dalam menjaga kondusifitas keamanan," kata Tito dalam silaturahmi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Nasional se-Indonesia di Jakarta Selatan, Selasa, 17 Juli 2018.

    Baca: Kapolri Tito Karnavian: Akan Ada Pengereman Pangkat Kombes

    Menurut Tito, dai berperan dalam menyampaikan pesan damai untuk menyejukan suasana menjelang Pemilu. Sebab, kontestasi politik bisa mengancam kesatuan berbangsa.

    Tito mengatakan Pemilu dan pemilihan pressiden adalah pertarungan politik dan kekuasaan. Dalam perebutan kekuasaan, ia menambahkan, sebagian oknum akan menghalalkan segala cara.

    Kapolri mengingatkan Pemilu ini harus berjalan secara demokratif, jangan sampai mengorbankan keberagaman dan Negara Kesatuan RI. "Jangan sampai perebutan lima tahun in memecah belah persatuan," kata dia.

    Baca: Marak Penjambretan, Kapolri Tingkatkan Operasi Kejahatan Jalanan

    Ia mencontohkan negara-negara yang masih bergelut dengan konflik akibat pemilihan kepala negara atau kepala daerah. "Di beberapa negara, ada yang sampai terjadi pertumpahan darah karena pemilihan kepala daerah," ucapnya.

    Tito Karnavian juga mengingatkan bahaya penyebaran paham radikal yang berideologi bahwa Pemilu dan pilkada adalah pesta yang syirik, seperti pengakuan sebagian pelaku teror. Menurut Kapolri, hal ini harus diwaspadai. Ia pun meminta dai memberikan pencerahan kepada masyarakat agar terhindar dari paham radikal. "Nah, paham-paham ini, juga kita harus berhati-hati," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.