analisa | Pemilu 2014 | tempo.co
TEMPO.CO
Pemilu 2014
Koalisi untuk Kepentingan Siapa?

ANDI IRAWAN (DOSEN UNIVERSITAS BENGKULU)

Kita harus mengupayakan bahwa koalisi yang terbentuk akan memberi ekspektasi positif tentang Indonesia selama 2014-2019.

Darurat Koalisi

M. NAFIUL HARIS (PENELITI)

Gejala perilaku pemilih dengan sikap "Jokowi yes, PDIP no" tampaknya telah terbukti dengan kegagalan PDIP meraih suara mayoritas.

Merindukan Pemimpin Sejati

IVAN HADAR (DIREKTUR EKSEKUTIF INSTITUTE FOR DEMOCRACY EDUCATION)

Siapa pun yang pernah menjadi pemimpin kelak akan dilupakan, atau bahkan dihujat oleh rakyatnya sendiri.

Pemimpin Dewasa

DJOKO SUBINARTO (ALUMNUS UNIVERSITAS PADJADJARAN)

Kita akan sangat beruntung jika pemilu yang kita gelar tahun ini mampu melahirkan sosok pemimpin yang benarbenar dewasa.

Intelijen dan Pemilu 2014

SOLEMAN B. PONTO (KEPALA BADAN INTELIJEN STRATEGIS (KA-BAIS) TNI 2011-2013)

Langkah cerdas ini perlu segera dirintis dan dilakukan, sebelum (kemungkinan) peristiwa besar yang merugikan bangsa ini terjadi.

Pemilu dan Patronase Birokrasi

ANGGUN TRISNANTO (DOSEN UNIVERSITAS BRAWIJAYA)

Ekses sistem patronase ini bisa dijumpai dalam beberapa bentuk misalnya adalah perburuan rente dan korupsi.

Efek Jokowi?

ARYA BUDI (PENELITI PADA POLTRACKING INSTITUTE)

Terakhir, sejauh ini Jokowi belum mengeluarkan gagasan kebangsaannya atau rumusan platform kebijakan yang disusun partai

Jokowi, Perahu Papua Dikayuh ke Mana?

FREDERIKA KORAIN (ALUMNUS AUSTRALIA NATIONAL UNIVERSITY)

Apalagi Jokowi diusung PDI Perjuangan dengan rekam jejak gelap di Papua.

Kontrak, Baiat, Nyoblos

AZIS ANWAR FACHRUDIN (PENULIS, @AZIS_AF)

Saya menemukan spirit kontrak sosial itu, dalam idenya yang purba, justru di mekanisme "baiat" ala tribalisme Arab

Malaikat Penolong

DIANING WIDYA (NOVELIS)

Lewat politik, siapa pun bisa menduduki kelas sosial baru yang lebih tinggi. Bahkan, maling pun bisa naik kelas sosial, jika ia memilih jalan politik.

1 2 3 >