PDIP Minta BIN Awasi Upaya Penggagalan Pemilu | Pemilu 2014 | tempo.co
TEMPO.CO
Pemilu 2014

PDIP Minta BIN Awasi Upaya Penggagalan Pemilu  

Rabu, 05 Februari 2014 | 17:59 WIB
PDIP Minta BIN Awasi Upaya Penggagalan Pemilu  

Kotak suara Pemilu Legislatif yang akan didistribusikan di gudang logistik Pemilu, di Larantuka, NTT,(12/4). Sebanyak 136.923 penduduk di Kabupaten Flores Timur terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu susulan yang dijadwalkan berlangsung Selasa (14/4)

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meminta Badan Intelijen Negara (BIN) mendeteksi adanya upaya untuk menggagalkan pelaksanaan Pemilihan Umum 2014. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, menilai ada sejumlah faktor yang membuat pemilu bisa gagal terlaksana.

"Misalnya karena terorisme atau kerusuhan," kata Tjahjo saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu, 5 Februari 2014. Dia meminta aparat BIN aktif dalam pendeteksian celah gangguan keamanan menjelang pemilu. "Ini tahun penting karena menyangkut stabilitas nasional."

Tjahjo juga meminta awak BIN bekerja secara profesional. Dia mencontohkan sikap kepolisian dan militer yang menyatakan tak akan berpihak pada kepentingan kelompok tertentu. Tjahjo juga meminta BIN menjalin kerja sama dengan dunia internasional karena menilai Pemilu 2014 tak hanya menyangkut keamanan dalam negeri.

Dia menuturkan BIN mesti mampu memetakan potensi daerah yang rawan konflik saat pemilu berlangsung. BIN mesti mengkaji secara strategis soal daerah mana saja yang berpotensi mengalami gangguan keamanan sehingga pemilu urung terlaksana.

Anggota Komisi Pertahanan DPR ini juga mengatakan semua partai memiliki data mengenai potensi konflik dan kecurangan usai pemilu. Misalnya, dalam soal keamanan kotak suara, dia sudah mewanti-wanti ihwal pencurian kotak suara sejak dini. "Intelijen mesti memberikan laporan detail soal ini," katanya.

WAYAN AGUS PURNOMO

Terpopuler:
Rudi Menangkan Bhatoegana, Kawan SMA Ibas Komplain
Ruhut: Potong Leher Saya jika Ibas Korupsi!
Ahok Curiga Ada Korupsi Miliaran di Sampah
Pakai Kapal 'Mewah', Australia Kirim Imigran ke RI