TEMPO.CO
Pemilu 2014

Pentas Wayang Ramaikan Pasar Imlek Semarang

Rabu, 15 Januari 2014 | 17:18 WIB
Pentas Wayang Ramaikan Pasar Imlek Semarang

Sejumlah warga Tionghoa merayakan tahun baru Imlek 2011 dengan melakukan sembahyangan di Klenteng Tay Kak Sie, Semarang, Kamis dini hari (3/2). TEMPO/Budi Purwanto

TEMPO.CO, Semarang - Beragam jenis wayang akan meramaikan pasar imlek yang digelar Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis). Sejumlah wayang aneka jenis dan tampilan itu akan memeriahkan kegiatan budaya yang digelar pada 27 hingga 29 Januari 2014. “Wayang bakal menjadi tema pada perayaan pasar imlek tahun ini,” kata Ketua Kopi Semawis, Harjanto Halim, Rabu, 15 Januari 2014.

Dia menjelaskan, pada masa lalu, banyak komunitas Tionghoa yang suka mengoleksi wayang kulit dan gamelan. “Hubungan yang sudah harmonis antara etnis Jawa dan Tionghoa ini coba kami hidupkan lagi melalui Pasar Imlek Semawis,” ujar Harjanto.

Kegiatan yang digelar di sepanjang Jalan Wotgandul Timur itu akan menampilkan Wayang Kulit Dalang Anak Jose Amadeus Krisna, Wayang Kontemporer bersama Wayang Kampung Sebelah, Wayang Potehi, Wayang Klitik bersama Dewan Kesenian Semarang, dan Wayang Orang atau Petilan bersama Ngesti Pandowo.

Menurut Harjanto, pementasan wayang beragam jenis itu untuk mengingatkan kembali tentang salah satu produk seni kelir yang sudah ada di Indonesia sejak berabad lalu. “Harapannya, masyarakat  akan mengenal lebih dalam wayang yang ada,” katanya.

Panitia menjamin pementasan wayang di pasar imlek itu akan meriah. Harijanto menjelaskan, salah satu yang unik dalam pementasan nanti adalah wayang klitik. Wayang ini lebih menyerupai wayang kulit tapi terbuat dari papan kayu yang diproyeksikan pada bentangan kain.

Panitia juga akan menggelar diskusi dan pameran seputar wayang. Di antaranya talk show wayang bersama Sobokarti, Ngesti Pandowo, dan Umbar Gagas dengan tema "Wayangan di Kalangan Anak Muda" bersama Dewan Kesenian Semarang. “Ada demo pembuatan wayang berupa teknik tatah, sungging, dan gapit,” ujar Harjanto.
     
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap pasar imlek yang telah menjadi agenda wisata tahunan di Kota Semarang ini dapat berlangsung lebih meriah dari tahun lalu. “Tidak sekadar menjadi rutinitas pasar malam, tapi ada atraksi pertunjukan tematik sebagai simbol kerukunan antar-etnis,” kata Hendrar.

Dia berharap warga Kota Semarang datang ke Pasar Imlek Semawis yang sudah menjadi bagian dari program wisata yang telah digelar sejak 10 tahun lalu.

EDI FAISOL