Bukti KPU Diangkut 21 Truk Fuso  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPU Husni Kamil Manik berbincang dengan Kuasa Hukum KPU Ali Nurdin dan Adnan Buyung Nasution di sidang kedua sengketa Pilpres 2014 di Gedung MK, Jakarta, 8 Agustus 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ketua KPU Husni Kamil Manik berbincang dengan Kuasa Hukum KPU Ali Nurdin dan Adnan Buyung Nasution di sidang kedua sengketa Pilpres 2014 di Gedung MK, Jakarta, 8 Agustus 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum, Ali Nurdin, mengatakan kliennya telah menyerahkan alat bukti berupa dokumen sebanyak 21 truk fuso. "Truknya bukan truk biasa lagi, truk fuso. Jadi di lantai 8 itu penuh bukti termohon," ujar Ali seusai sidang lanjutan sengketa perselisihan hasil pemilu presiden di Mahkamah Konstitusi, Senin, 18 Agustus 2014. (Baca: Siapa M. Taufik, Pengancam Ketua KPU)

    Ali menilai banyaknya alat bukti yang diserahkan KPU ke Mahkamah Konstitusi sebagai hal wajar. Alasannya, dokumen yang dikumpulkan KPU berasal dari ratusan ribu kotak suara. Berkas itu diserahkan secara bertahap lantaran berasal dari berbagai daerah. (Baca: KPU Siap Dipanggil Pansus Pilpres)

    Anggota KPU, Ida Budhiati, membenarkan banyak bukti diserahkan lembaganya. Menurut Ida, KPU sengaja melampirkan banyak dokumen untuk memperkuat keterangan. (Baca: Prabowo: Kecurangan Pilpres Catatan Buruk Sejarah.) Menurut dia, KPU akan membatalkan alat bukti yang fisiknya tak bisa disediakan. "Kami sudah selesaikan sebatas kemampuan, sekarang tinggal cocokkan dengan daftar alat bukti.”

    Ida mengatakan, sebelum menyerahkan bukti fisik, KPU telah mendaftarkan bukti ke MK. Jumlahnya sesuai dengan obyek yang disengketakan. Seluruh bukti yang diserahkan KPU pun sudah disahkan oleh Mahkamah Konstitusi. MK juga memberi tenggat hingga esok hari bila KPU masih berniat melengkapi alat bukti.

    TIKA PRIMANDARI

    Terpopuler
    Jokowi: Subsidi RAPBN 2015 Terlalu Besar
    Cara Kristiani Tangkal ISIS di Media Sosial
    Mundur dari Pertamina, Karen Pindah ke Harvard
    Amerika Diguncang Kerusuhan Berbau Rasis
    Mengapa Pidato Kemerdekaan Jokowi Peduli Veteran?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.