Rabu, 24 Oktober 2018

JK: Prabowo Kalah karena Gol Bunuh Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Jusuf Kalla didampingi Goenawan Mohamad menyaksikan panggung Tujuh Hari Untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara,  Jakarta, Ahad 20 Juli 2014 malam. TEMPO/Nurdiansah

    Calon wakil presiden Jusuf Kalla didampingi Goenawan Mohamad menyaksikan panggung Tujuh Hari Untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara, Jakarta, Ahad 20 Juli 2014 malam. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Jusuf Kalla mengatakan ada lima faktor yang menyebabkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul dalam pemilihan presiden. Pria yang biasa disapa JK itu menuturkan, satu pekan sebelum pemilihan, ada lima peristiwa yang menyebabkan elektabilitas mereka melonjak. "Pertama, konser Salam Dua Jari di Gelora Bung Karno," ujarnya dalam wawancara khusus dengan majalah Tempo pekan lalu (Baca selengkapnya di Majalah Tempo edisi 27 Juli 2014).

    Konser yang dihadiri puluhan ribu simpatisan itu mengaung secara nasional dan sekaligus menarik kalangan muda untuk memilih pasangan Jokowi-JK. Faktor kedua, kata JK, adalah sosialisasi sembilan program utama mereka melalui iklan di media massa. "Ketiga, adalah debat terakhir," ujarnya. Dalam debat terakhir calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-JK tampil prima dan dianggap mengungguli Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. (Baca juga: Kata Ical, Timses Prabowo Tak Bakal Akui Kekalahan)

    Selain tiga faktor itu, tutur JK, ada dua faktor yang merupakan "gol bunuh diri" dari kubu Prabowo. "Pertama, komentar Fahri Hamzah yang menyebutkan Jokowi 'sinting' karena menetapkan hari santri," katanya. Pernyataan itu menyebabkan sebagian kalangan santri di Jawa Timur marah.

    "Gol bunuh diri" yang kedua adalah kesalahan Hatta dalam memahami Kalpataru saat debat calon presiden dan wakil presiden. Dalam debat tersebut, Hatta Rajasa salah menyebut Kalpatru untuk penghargaan Adipura. "Itu jadi olok-olok seluruh Indonesia." (Baca juga: Percaya KPU, Anak Amien Rais Beri Selamat ke Jokowi)

    TIM TEMPO


    Baca juga:
    Mahfud Md.: Dua Capres Sama-sama Curang
    SBY Klaim Mampu Tengahi Perselisihan di Pilpres
    Kalah Telak, Saksi Prabowo Tolak Tanda Tangan
    Luhut Berharap Tokoh Muda Pimpin Golkar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.