Selasa, 11 Desember 2018

Tim Prabowo Jateng Tak Kerahkan Massa ke Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa pendukung Capres-Cawapres, Prabowo-Hatta berhadapan dengan massa pendukung Capres-Cawapres, Jokowi-Kalla di Kawasan Bundaran HI, Jakarta (24/5). Menurut pengamatan di lokasi, kedua massa sempat terlibat aksi adu mulut. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Massa pendukung Capres-Cawapres, Prabowo-Hatta berhadapan dengan massa pendukung Capres-Cawapres, Jokowi-Kalla di Kawasan Bundaran HI, Jakarta (24/5). Menurut pengamatan di lokasi, kedua massa sempat terlibat aksi adu mulut. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Semarang - Tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, di Jawa Tengah menyatakan hingga kini belum pernah ada pembahasan ataupun persiapan untuk mengerahkan pendukung Prabowo ke Jakarta menjelang pengumuman hasil pemilu presiden oleh KPU pada 22 Juli 2104.

    "Sampai detik ini belum ada pembicaraan soal pengerahan pendukung ke Jakarta," kata wakil ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta Jawa Tengah, Iqbal Wibisono, kepada Tempo di Semarang, Senin, 21 Juli 2014.

    Iqbal justru meminta para pendukung Prabowo-Hatta agar tak perlu datang ke Jakarta untuk melihat hasil rekapitulasi perolehan suara capres di KPU. Sekretaris Partai Golongan Karya Jawa Tengah ini meminta para pendukung Prabowo untuk menghormati hasil pemilu presiden secara baik.

    "Para petinggi pendukung Prabowo tidak perlu berduyun-duyun ke Jakarta karena akan terkesan tidak demokratis," ujar Iqbal. (Baca: Hatta Tak Inginkan Pengerahan Massa)

    Iqbal mengakui saat ini memang nada-nadanya sudah kelihatan bahwa kompetisi pemilu presiden 2014 dimenangi pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Namun Iqbal meminta hasil akhir kemenangan capres menunggu keputusan KPU pada 22 Juli mendatang.

    Menjelang rapat pleno KPU tentang rekapitulasi perolehan suara pemilu presiden Selasa besok, informasi tentang pengerahan pendukung masing-masing calon menyeruak. (Baca: Jokowi Jamin Tak Ada Pengerahan Massa 22 Juli)

    Sebelumnya, anggota dewan penasihat tim pemenangan Prabowo-Hatta, Yunus Yosfiah, menyatakan kubunya akan mengerahkan 5.000-an pendukung Prabowo-Hatta ke gedung KPU pusat pada 22 Juli 2014. Hal itu dilakukan dengan alasan menjaga suasana damai dan kondusif, bukan untuk membuat kericuhan atau kerusuhan.

    ROFIUDDIN



    Baca Lainnya:
    Deklarasi Ansharul Khilafah Dukung ISIS Dibubarkan
    Dahlan Iskan Tak Berpikir Jadi Menteri Lagi  
    Laba Adira Finance Anjlok 40,12 Persen  
    Karena Comal, Pemudik Diminta Berangkat Hari Ini
    45 Tahun Lalu, Manusia Pertama Mendarat di Bulan
    Jembatan Comal Beroperasi Tiga Hari Lagi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.