Selasa, 11 Desember 2018

Mahfud: Kami Tunggu Pengumuman KPU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua tim pemenangan nasional pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Hatta, Mahfud MD, menyampaikan orasi politik, saat berlangsung silaturrahmi dengan ulama khos, di Pesantren Al-Hamidy, Pamekasan, 24 Juni 2014. ANTARA/Saiful Bahri

    Ketua tim pemenangan nasional pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Hatta, Mahfud MD, menyampaikan orasi politik, saat berlangsung silaturrahmi dengan ulama khos, di Pesantren Al-Hamidy, Pamekasan, 24 Juni 2014. ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahfud Md., menegaskan bahwa Koalisi Merah Putih masih menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum terkait kebijakan yang akan diambil dalam menyikapi hasil pemilu presiden dan wakil presiden kemarin. "Kami tunggu KPU saja," ujarnya, Senin, 21 Juli 2014.

    Mahfud menyatakan bahwa Koalisi Merah Putih telah mengumpulkan berbagai catatan tentang pelaksanaan pemilihan presiden. Namun, ia enggan menjelaskan isi catatan itu. "Lihat saja berkasnya di rumah saya mengingat cukup tebal halamannya," katanya. (Baca di sini: Percaya KPU, Anak Amien Rais Kasih Selamat ke Jokowi)

    Sebelumnya, Hatta Rajasa mengatakan bahwa ketegangan dalam pemilihan presiden kali ini sangat tajam. Karena itu, ia meminta supaya tidak ada pengerahan massa. Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu menegaskan bahwa kekalahan atau kemenangan dalam pemilihan presiden adalah hal biasa. Karena itu, siapa pun presiden yang terpilih harus didukung. (Baca di sini: Kubu Prabowo-Hatta Ngotot Tunda Pengumuman)

    Di lain pihak, Prabowo menyatakan masih optimistis bisa memenangi pemilihan presiden. "Saya masih optimistis menang," kata Prabowo, seusai mengikuti acara buka puasa di Istana Negara, Jakarta, Ahad, 20 Juli 2014. Dia mendesak KPU menyelenggarakan pencoblosan ulang lantaran dianggap ditemukan kecurangan di sejumlah wilayah. Jika KPU tetap menetapkan perolehan suara, Selasa pekan depan, Prabowo menyatakan akan menggugat hasil itu ke Mahkamah Konstitusi. "Kami mengikuti undang-undang." (Baca: Prabowo Imbau KPU Hentikan Penghitungan Suara)

    Sebelumnya, KPUD telah merampungkan rekapitulasi suara dan mencatat bahwa pasangan Prabowo-Hatta yang diusungnya hanya unggul di 10 provinsi. Sedangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla menang di 23 provinsi serta daerah pemilihan luar negeri. (Baca juga: Kata Ical, Tim Prabowo Tak Akan Akui Kekalahan)

    RAYMUNDUS RIKANG R.W

    Berita Lain:
    Mahfud Md.: Dua Capres Sama-sama Curang
    SBY Klaim Mampu Tengahi Perselisihan di Pilpres
    Kalah Telak, Saksi Prabowo Tolak Tanda Tangan
    Luhut Berharap Tokoh Muda Pimpin Golkar
    Komite Buruh Tolak Rencana Pengawalan Suara
    KPU Gelar Rekapitulasi Pemilu Presiden Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.