Cara Tim JK Merayakan Kemenangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) menerima pasangan capres Joko Widodo dan Jusuf Kalla di kediamana Puri Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu 9 Juli 2014. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) menerima pasangan capres Joko Widodo dan Jusuf Kalla di kediamana Puri Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu 9 Juli 2014. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenggala Center, tim pemenangan calon wakil presiden nomor urut dua Jusuf Kalla, mulai menyiapkan pesta kemenangan setelah rekapitulasi suara diumumkan Komisi Pemilihan Umum, Selasa, 22 Juli 2014. Poempida Hidayatulloh, juru bicara JK, menyatakan pesta kemenangan itu berupa buka puasa dan tarawih bersama. (Baca juga: Kata Ical, Tim Prabowo Tak Akan Akui Kekalahan)

    "Acara ini sebagai bentuk syukur atas kemenangan Jokowi-JK," kata Poempida saat dihubungi, Ahad, 20 Juli 2014. (Baca: Jelang Pengumuman KPU, Polri Siaga Satu)

    Poempida mengatakan buka puasa itu akan dihadiri sekitar dua ratusan tim Jenggala yang terus mengawal perjuangan JK untuk menduduki kembali kursi wakil presiden. Ia juga membenarkan bakal ada acara umrah bersama setelah Hari Raya Idul Fitri. "Tapi saya tidak tahu seperti apa teknisnya," kata dia mengenai jumlah tim Jengala yang bakal melakukan umrah tersebut. (Baca di sini: Percaya KPU, Anak Amien Rais Kasih Selamat ke Jokowi)

    Berdasarkan rekapitulasi suara yang dilakukan www.kawalpemilu.org, kemenangan Jokow-JK semakin di depan mata. Raihan suara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa 60,9 juta suara, sedangkan Jokowi-JK 68,3 juta suara. Data yang dihimpun Tempo untuk suara di dokumen DC1 tingkat provinsi, Prabowo mengumpulkan 61,7 juta dan Jokowi sebanyak 69,7 juta.

    Poempida mengatakan timnya mempersiapkan pesta kemenangan sejak awal lantaran sudah yakin bakal memenangi pimilihan presiden. Dia bahkan mengklaim juga sudah menyiapkan rencana politik untuk menghadapi situasi setelah pemilu presiden diumumkan KPU. "Salah satunya dengan meminta agar Musyawarah Nasional Golkar segera digelar," ujarnya. Musyawarah itu adalah strategi melengserkan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dari tampuk pimpinan.

    TRI SUHARMAN

    Berita Lain:
    Mahfud Md.: Dua Capres Sama-sama Curang
    SBY Klaim Mampu Tengahi Perselisihan di Pilpres
    Kalah Telak, Saksi Prabowo Tolak Tanda Tangan
    Luhut Berharap Tokoh Muda Pimpin Golkar
    Komite Buruh Tolak Rencana Pengawalan Suara
    KPU Gelar Rekapitulasi Pemilu Presiden Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.