SBY Klaim Mampu Tengahi Perselisihan di Pilpres  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBY Hormati Apapun Hasil Pileg 2014

    SBY Hormati Apapun Hasil Pileg 2014

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menolak seluruh bentuk campur tangan asing dalam proses dan penyelesaian pemilihan umum presiden 2014. Ia meminta seluruh lembaga dan masyarakat untuk ambil bagian dalam pengawasaan, sehingga seluruh proses pemilu dapat berjalan baik.

    "Segala yang terjadi di dalam negeri, kita selesaikan sendiri. Itu lebih mulia dan terhormat," kata SBY di kantornya, Kamis, 17 Juli 2014. (Baca: Redam Situasi, SBY Minta KPU Undang Kedua Capres)

    SBY mengklaim mampu menjadi penengah bagi perselisihan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Ia berdalih, posisinya yang netral bisa menjadi fasilitator terciptanya kesepakatan dan kesepahaman di antara dua kubu.

    Ia kemudian mencontohkan proses politik di Afganistan yang penyelesaiannya harus dicampuri negara lain. Menurut SBY, konflik di negara tersebut sampai harus menghadirkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry untuk menengahi dan melakukan audit KPU Afganistan.

    SBY mengaku sempat mendapat pertanyaan dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon tentang situasi dan masalah pemilu di Indonesia. Dalam komunikasi melalu telepon tersebut, SBY mengklaim Indonesia mampu mengelola seluruh dinamika dengan baik. (Baca: SBY Minta TNI dan Polri Lindungi Pejabat KPU)

    Menurut SBY, Komisi Pemilihan Umum dan Mahkamah Konstitusi sudah diminta untuk bersikap profesional dalam proses pilpres 2014. Dan SBY mempersilakan kedua pasangan calon untuk menempuh jalur hukum yang benar jika tak menerima hasil penetapan dari KPU pada 22 Juli mendatang. "Diperlukan jiwa besar, tanggung jawab, dan etika," ujar SBY.

    Isu intervensi asing mencuat setelah sejumlah media memberitakan rencana kedatangan mantan Presiden AS Bill Clinton jelang penetapan hasil pilpres 2014. Kedatangan Clinton dituding sebagai bentuk intervensi terhadap KPU. (Baca: Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keberpihakan SBY)

    FRANSISCO ROSARIANS

    Baca juga:
    Beredar Video PPS Rusak Surat Suara di Sukoharjo
    Istri Pimpinan ISIS Mantan Penata Rambut 
    Tri Karya Usulkan Tiga Nama Pengganti Ical 
    Pamer Busana Muslimah, Syahrini Di-bully Netizen  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.