Petinggi Gerindra Akui Kemenangan Jokowi-JK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, merayakan kemenangan terkait hasil hitung cepat Pemilihan Presiden, di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu 9 Juli 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, merayakan kemenangan terkait hasil hitung cepat Pemilihan Presiden, di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu 9 Juli 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Ketua Bidang Pendayagunaan Aparatur Partai Gerindra Pius Lustrilanang mengakui hasil rekapitulasi suara Kawal Pemilu yang mengunggulkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Dalam catatan di akun Facebooknya yang berjudul "Beroposisi Sama Terhormatnya dengan Memerintah" yang diunggah hari ini, Kamis, 17 Juli 2014, Pius mengatakan perhitungan Kawal Pemilu sama dengan hasil hitungan data DB1-nya yang diunggah oleh Komisi Pemilihan Umum.

    "Saya mencoba menghitung data DB1 yang sudah di-upload di website KPU, ternyata hasilnya tidak jauh beda dengan hasil yang ditayangkan di situs www.kawalpemilu.org," katanya. (Baca: Prabowo-Hatta Menang di Kabupaten Tangerang)

    Dalam laman www.kawalpemilu.org, Prabowo-Hatta memperoleh 58.746.422 atau 47,17 persen suara. Sedangkan Jokowi-JK menggungguli mereka dengan mengantongi 65.770.208 atau 52,82 persen suara. Data ini diperoleh dari 95,60 persen atau 452.328 tempat pemungutan suara dari total 472.672 TPS. (Baca: Kemenangan Jokowi-Kalla Diprotes di Semarang)

    Pius menyampaikan salam hormat kepada siapa saja yang telah mendedikasikan dirinya untuk mengawal pemilu sehingga berjalan jujur dan adil. Menurut dia, siapa pun presidennya, pemenangnya adalah demokrasi. Dia berharap sistem demokrasi Tanah Air semakin matang dan bisa mendatangkan kemakmuran bagi seluruh rakyat. "Semoga rakyat tidak perlu menyaksikan akrobat politik dagang sapi," katanya. Meskipun untuk harapan itu dia mengatakan agak pesimis. 

    Dia juga menyampaikan hormat kepada partai yang berlapang dada menerima kekalahan dan siap beroposisi. Menurut dia, oposisi bagi mereka yang kalah adalah sikap yang sama terhormatnya dengan kesiapan memerintah bagi yang menang. "Apa pun pilihan yang diambil akan menentukan peta politik Indonesia ke depan," katanya. (Baca: Jokowi Menang di Jatim, Timses: Terima Kasih Fahri)

    Dia berharap para elite partai bisa melihat kepentingan politik jangka panjang dan bukan sekedar keinginan untuk berkuasa. Ia memprediksi hanya akan ada dua kekuatan politik besar, yakni dua koalisi besar partai.

    NUR ALFIYAH

    Baca juga:
    Jokowi Bilang Nol Suara di Sampang Tak Masuk Akal
    Tim Capres Protes, Begini Syarat Pencoblosan Ulang
    Efek Kampanye di Lumpur Lapindo, Jokowi Unggul


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.