Gaya JK Angkat Isu Mafia Migas Diacungi Jempol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Jokowi dan Jusuf Kalla saat menjawab pertanyaan moderator dalam Debat Capres Cawapres 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, 5 Juli 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ekspresi Jokowi dan Jusuf Kalla saat menjawab pertanyaan moderator dalam Debat Capres Cawapres 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, 5 Juli 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta: Pengacara Todung Mulya Lubis mengaku senang menyaksikan penampilan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam debat capres putaran terakhir di Bidakara pada Sabtu, 5 Juli 2014. “Terutama JK yang mengangkat tema mafia migas," kata Todung dalam siaran pers pada Senin, 7 Juli 2014.

    Ia menjelaskan masalah mafia migas merupakan persoalan akut yang dihadapi Indonesia sejak rezim Orde Baru. “Tak bisa diselesaikan karena kuatnya kepentingan kelompok tertentu yang dekat dengan lingkar kekuasaan," kata Todung menambahkan.

    Pengacara senior ini mengatakan publik sangat memahami siapa yang dimaksud kelompok kepentingan tersebut. "Saya acungi jempol dan bangga, Jokowi dengan spiritnya melakukan perubahan dan siap memimpin negeri ini dengan semangat memberantas mafia migas," kata dia.

    Ia meyakini Jokowi siap menghadapi kelompok kepentingan termasuk mafia migas. Menurut Todung, mafia migas bukan soal perjanjian bagi hasil dengan kontraktor asing atau biaya perbaikan.

    "Persoalan mafia migas aktual yang kita hadapi adalah oil trading yang dimonopoli oleh mafia yang dekat dengan lingkar kekuasaan,” katanya. “Monopoli mafia inilah yang menggerus APBN dan memberat subsidi."

    Todung yakin jika Jokowi terpilih sebagai presiden, ia akan mewujudkan kedaulatan energi sebagai pilar kebangkitan ekonomi. "Jokowi tidak memiliki beban masa lalu, berbeda dengan yang di sana yang justru tersandera mafia migas," kata dia.

    HADRIANI P.

    Topik terhangat:

    Jokowi-Kalla | Prabowo-Hatta | Piala Dunia 2014 | Tragedi JIS



    Berita terpopuler lainnya:
    Lurah Susan 'Mengurung Diri' Sampai 9 Juli
    Prabowo 'Nyerah' di Daerah-daerah Ini
    Dihalangi Mencoblos, Ratusan TKI Hongkong Marah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.