Jokowi: Kampanye Hitam Gerus Elektabilitas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Calon Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan calon presiden Joko Widodo jelang acara debat calon presiden di Hotel Grand Melia, Jakarta, 15 Juni 2014. (AP)

    Calon Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan calon presiden Joko Widodo jelang acara debat calon presiden di Hotel Grand Melia, Jakarta, 15 Juni 2014. (AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden dari koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, mengatakan kampanye hitam menjadi penyebab utama turunnya elektabilitas dirinya di Jakarta. Menurut dia, informasi menyesatkan membuat kubu lawan menangguk keuntungan.

    "Sekarang turun terus, tergerus isu yang mungkin mulai masuk ke bawah," katanya saat mengadakan rapat internal dengan para ketua DPD Jakarta PDIP, Hanura, NasDem, PKB di Jalan Borobudur, Jakarta, Senin, 16 Juni 2014.

    Menurut Jokowi, hasil survei internal memperlihatkan calon presiden Prabowo Subianto unggul tipis di Jakarta. Padahal, tiga bulan lalu elektabilitas Jokowi di Jakarta masih 74 persen.

    Mantan Wali Kota Solo ini mengaku tak khawatir mengenai unggulnya pasangan Prabowo-Hatta di Jakarta. Menurut dia, keunggulan lawan hanya tipis. Selain itu, ketertinggalan bisa dikejar dalam sisa waktu kampanye dengan mengoptimalkan mesin partai.

    "Saya masih meyakini dengan infrastruktur yang kami punya di partai, PKB, NasDem, PKPI, Hanura. Saya masih yakin di Jakarta bisa kami ambil asal mesin partai bekerja bersama relawan," katanya. (Baca juga: Jokowi Janji Ungkap Hilangnya 13 Aktivis)

    Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon presiden dengan bekal elektabilitas lebih tinggi ketimbang lawannya, Prabowo. Hasil survei yang dilakukan Pol-Tracking Institute pada Maret lalu menunjukkan Jokowi mengantongi elektabilitas 46,3 persen. Adapun Prabowo hanya memiliki separuh elektabilitas Jokowi, sekitar 22,1 persen. (Baca juga: Dipimpin Prabowo, Kenapa HKTI Ini Dukung Jokowi?)

    Survei Pol-Tracking pada Juni 2014 mengungkap jarak elektabilitas itu semakin sempit. Elektabilitas Jokowi kini bertengger di 45 persen, sedangkan Prabowo mencapai 38,7 persen. (Baca: Selisih Elektabilitas Prabowo-Jokowi 7,4 Persen)

    ANANDA TERESIA

    Terpopuler
    Putra Prabowo Mengaku Tak Pernah Dikritik Ayahnya
    Manning: Sejak Awal Publik Dibohongi soal Irak
    Jokowi Dianggap Terlalu Banyak Mengulang KJP-KJS


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Non Fungible Token, Ini Marketplace NFT yang Populer

    Perkembangan minat terhadap Non Fungible Token (NFT) terus meningkat.