Amien Rais Akan Jalan Kaki Yogya-Jakarta PP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Syuro Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memberikan keterangan kepada pers sebelum menghadiri Konferensi Bersatu Partai Islam di Cikini, Jakarta (17/4). Sejumlah tokoh Islam dan tokoh partai politik berkumpul untuk membahas koalisi menghadapi pilpres 2014. ANTARA/M Agung Rajasa

    Ketua Dewan Syuro Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memberikan keterangan kepada pers sebelum menghadiri Konferensi Bersatu Partai Islam di Cikini, Jakarta (17/4). Sejumlah tokoh Islam dan tokoh partai politik berkumpul untuk membahas koalisi menghadapi pilpres 2014. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta-Amien Rais, bekas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dan tokoh Muhammadiyah, belakangan menuai kecaman banyak orang. Pangkalnya, salah satu tokoh Reformasi 1998 itu kini memilih merapat ke kubu calon presiden Prabowo Subianto, bekas Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus yang dinilai terlibat penculikan aktivis prodemokrasi pada 1998. "Terserah apa kata orang," kata dia di rumahnya, Sleman, DIY, Jumat, 6 Juni 2014.

    Amien bahkan dikabarkan pernah mendesak agar Prabowo diseret ke Mahkamah Militer karena dinilai mengetahui dan bertanggung jawab atas penculikan itu. "Itu statemen yang dibuat-dibuat," katanya menanggapi kabar pemberitaan seperti itu.

    Ia mengaku tak pernah membuat pernyataan seperti itu. Amien pun menantang agar penudingnya memperlihatkan kliping koran, rekaman radio atau televisi yang memuat pernyataannya yang menyudutkan Prabowo. Kalau terbukti ada, ia akan jalan kaki bolak-balik Jakarta-Yogyakarta.

    Menurut Amien, keputusannya mendukung Prabowo sebagai calon presiden karena masa depan bangsa ini sedang dipertaruhkan. Sesuai dengan agama yang dipeluknya, jika ada dua bahaya di depan kita, maka yang lebih kecillah yang diambil. Adapun bahaya yang lebih besar harus dihindari. "Bukan berarti Prabowo sempurna," katanya.

    Amien meyakini bahwa Prabowo lebih mampu menjaga kedaulatan Indonesia dan mempertahankan keutuhan teritorialnya. Adapun Jokowi, menurut dia, hanya sekadar melanjutkan kebijakan penjualan aset negara, seperti pada masa pemerintahan Presiden Megawati.

    Ia mengatakan dukungannya pada Prabowo bukan karena Ketua PAN Hatta Rajasa dipasangkan sebagai cawapresnya. "Ini pertimbangan sekunder saja," katanya.

    Adapun pertimbangan primernya, "Masa depan bangsa ini sedang dipertaruhkan." Ia pun berjanji akan menjadi orang pertama yang memprotes Prabowo dan menjadi oposisinya, jika di kemudian Prabowo yang didukungnya itu tak setia pada visi dan misi.

    ANANG ZAKARIA

    Berita Terpopuler:
    Torres Siap Sambut Fabregas di Chelsea
    Pria Australia Klaim Tiduri Ratusan Gadis di Bali
    Bertemu Ahok, Sani: Bahas Kampanye Hitam
    Dinikahi Putri Jepang, Pria Biasa Ini Pendeta
    Schneider Electric Menang di DCS Awards


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.