Amien Rais: Saya Kerap Bertemu Prabowo dalam Gelap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional(PAN) Hatta Rajasa  diapit (ki-ka) Ketua umum Gerindra, Suhardi, Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais dan Wakil Ketua Umum PAN Drajat Wibowo mengangkat tangannya dalam deklarasi Capres-cawapres di Rapat kerja Nasional PAN 2014 di Jakarta (14/5). TEMPO/Seto Wardhana.

    Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional(PAN) Hatta Rajasa diapit (ki-ka) Ketua umum Gerindra, Suhardi, Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais dan Wakil Ketua Umum PAN Drajat Wibowo mengangkat tangannya dalam deklarasi Capres-cawapres di Rapat kerja Nasional PAN 2014 di Jakarta (14/5). TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Amien Rais, mengaku sudah sejak lama memiliki kedekatan dengan calon presiden koalisi yang dipimpin Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto.

    Menurut Amien Rais, dirinya sudah mengenal bekas Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu di masa awal era reformasi. "Saya sering bertemu beliau dalam gelap," kata Amien di sela deklarasi tim pemenangan Prabowo Hatta di Yogya, Ahad, 1 Juni 2014.

    Istilah gelap yang dimaksud, kata Amien, pertemuan yang tak banyak diketahui publik atau jauh dari sorotan media. "Tidak enak kalau terang benderang, karena saat itu Prabowo kan tentara sedang saya politisi, dikira ada apa-apa," kata dia.

    Namun, dari perkenalan dan komunikasi dengan Prabowo secara sembunyi-sembunyi itu, menurut Amien justru mampu mengetahui sosok Prabowo yang sebenarnya atau tidak ditutup-tutupi.

    Amien mengaku makin mengenal Prabowo setelah beberapa kali bersama dalam menjalin komunikasi dengan dunia internasional. Misalnya, kata dia, saat bertemu dengan mantan pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, yang dikenal sebagai penentang Amerika Serikat serta sejumlah tokoh negara Timur Tengah lain.

    Kedekatan itulah, kata Amien, yang kemudian menjadi satu alasan dirinya mendukung Prabowo pada pemilihan presiden 9 Juli nanti. "Jadi saya dukung ini bukan karena latah, ikut-ikutan, tapi keputusan independen," kata dia, "Apalagi ayah Prabowo (almarhum Sumitro Djojohadikusumo) pernah meminta saya terus berteman dan bekerja sama dengan Prabowo di masa datang."

    PRIBADI WICAKSONO

    Berita Terpopuler
    Perubahan Haji Era Anggito

    |Warga Sleman Bubarkan Ibadah Umat Kristen

    Cerita di Balik Perseteruan Prabowo-Wiranto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.