Alasan Hary Tanoe Mundur dari Hanura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres Partai Hanura Hary Tanoesudibjo saat menghadiri kampanye terbuka, di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, (28/3). TEMPO/Imam Sukamto

    Cawapres Partai Hanura Hary Tanoesudibjo saat menghadiri kampanye terbuka, di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, (28/3). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Hary Tanoesoedibjo, pemilik MNC Grup, mengungkapkan alasannya mundur dari Partai Hati Nurani Rakyat. Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Hanura itu menyatakan dia keluar lantaran kurang mendapatkan porsi lebih dalam mengambil sebuah keputusan di Hanura.

    "Keputusan itu harus ada tanda tangan ketua umum dan sekjen. Saya praktis tidak bisa apa-apa," kata Hary Tanoe di kediamannya di Jalan Ciranjang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Mei 2014.

    Oleh karena itu, menurut Hary Tanoe, dia harus realistis. Dalam waktu dekat ini, Hary Tanoe akan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Hanura. "Surat pengunduran diri itu akan saya sampaikan ke DPP Hanura," ucapnya.

    Kendati keluar dari Hanura, Hary Tanoe menegaskan dia tidak bergabung dengan Gerindra. Pria asal Jawa Timur itu hanya memberikan dukungan politik kepada koalisi Merah-Putih. "Bukan berarti pindah parpol terus ke Gerindra. Saya ini menggunakan hak," ucap Hary Tanoe.

    Hary Tanoe masuk Hanura setelah keluar dari Partai Nasional Demokrat. Di Hanura, dia langsung mendapat jabatan strategis sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Hanura. Bahkan, Harry Tanoe langsung didapuk sebagai calon wakil presiden mendampingi Wiranto pada Juli tahun lalu. (Baca: Dosa Hary Tanoesoedibjo pada Hanura)

    SINGGIH SOARES


    Berita Terpopuler

    Dilaporkan ke Polisi, Ahok Tantang Balik Udar

    Malaysia Hentikan Pembangunan Mercusuar di Tanjung Datu

    Tekan Inflasi Jakarta, Jokowi Dipuji Mendagri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.