Bila Dukung Gerindra, SBY Tidak Netral  

Calon presiden Partai Gerindra, Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/5). TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Achmad Basarah meminta Susilo Bambang Yudhoyono menonaktifkan jabatannya sebagai presiden bila benar Demokrat, partai besutannya, mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Bila tetap menjabat presiden, Basarah khawatir pemilu tidak akan berlangsung dengan jujur dan adil.

"Karena sulit dihindari dia tidak akan menggunakan kewenangan yang dimilikinya sebagai presiden menghadapi pilihan politiknya," ujar Basarah melalui telepon selulernya, Kamis, 22 Mei 2014. (Baca: Bertemu SBY, Prabowo: Insya Allah Demokrat Dukung)

Basarah mengatakan SBY selaku presiden memiliki kekuasaan untuk mengatur kinerja aparaturnya di lapangan. Misalnya dalam lingkup militer seperti Tentara Nasional Indonesia dan Badan Intelijen Negara. "Kalau dimanfaatkan untuk kepentingan calon presiden tertentu hasilnya akan sangat signifikan," katanya.

Hasil rapat pimpinan nasional Partai Demokrat memutuskan untuk menjadi oposisi atau tak mendukung calon presiden dalam Pemilu 2014. Namun belakangan terlihat upaya Prabowo Subianto, calon presiden Gerindra, terus melobi partai pemerintah itu untuk bergabung dengannya. Bahkan dikabarkan sejumlah kader Demokrat sudah menyatakan dukungannya kepada Prabowo seperti Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Cornel Simbolon dan Nachrowi Ramli, Ketua Partai Demokrat DKI Jakarta. (Baca: Demokrat Dukung Koalisi Pro-Kebijakan SBY)

Eriko Sotarduga, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP lainnya, menyatakan SBY harus menunjukkan sikap kenegarawaannya dengan tetap memenuhi janjinya sebagai oposisi. Ia juga khawatir akan terjadi konflik kepentingan bila benar SBY mendukung Demokrat berkoalisi dengan Gerindra. "Beliau harus legowo dan menjadi negarawan sesungguhnya," ucapnya.

Basarah menambahkan seorang presiden tentu berharap bisa mengakhiri masa jabatannya dengan baik. Ia lantas menyarankan SBY tetap memegang janjinya untuk netral. "Dan saya yakin beliau tidak mau berusak kredibilitasnya sendiri," ucapnya.

Meski begitu, Basarah menyatakan PDIP tetap memiliki strategi khusus menghadapi kemungkinan Demokrat berlabuh ke Gerindra. Namun ia menolak membeberkan strategi tersebut.

TRI SUHARMAN

Berita lain:
Jika Terpilih, Prabowo Boleh Masuk Amerika Serikat
Ahok 'Semprit' Jokowi dan Prabowo
Ini Penantang Yamaha R25 dari Kawasaki






3 Minggu Berdiam di Studionya, SBY Hasilkan 17 Lukisan

48 hari lalu

3 Minggu Berdiam di Studionya, SBY Hasilkan 17 Lukisan

SBY mengungkapkan dengan melukis dapat mendatangkan kedamaian dalam hatinya sekaligus berharap dapat mengobati rasa rindu.


Suciwati Gugat Kebungkaman Jokowi dan Partai Politik dalam Kasus Munir dan Pelanggaran HAM

22 September 2022

Suciwati Gugat Kebungkaman Jokowi dan Partai Politik dalam Kasus Munir dan Pelanggaran HAM

Mengapa Suciwati kecewa cara penyelesaikan kasus pembunuhan Munir dan pelanggaran HAM berat lain di era Jokowi?


Proliga 2022: Begini Kata SBY Usai Saksikan Bogor LavAni Kalahkan Kudus Sukun

8 Januari 2022

Proliga 2022: Begini Kata SBY Usai Saksikan Bogor LavAni Kalahkan Kudus Sukun

SBY ikut menyaksikan kemennagan Bogor LavAni atas Kudus Sukun Badak dalam laga Proliga 2022 di Sentul, Sabtu, 8 Januari.


Proliga 2022: Didirikan SBY, Bogor LavAni Diperkuat Banyak Pemain Binaan Sendiri

6 Januari 2022

Proliga 2022: Didirikan SBY, Bogor LavAni Diperkuat Banyak Pemain Binaan Sendiri

Bogor LavAni, yang didirikan SBY, bakal melakukan debut dalam kompetisi bola voli paling bergengsi PLN Mobile Proliga 2022.


Ketahui Apa Saja Gejala Kanker Prostat

2 November 2021

Ketahui Apa Saja Gejala Kanker Prostat

Kanker prostat menyasar pria dewasa sampai berusia lanjut. Apa saja gejala kanker prostat?


Kanker Prostat Adalah Populer Sejak Muncul Kabar SBY Akan Berobat ke Luar Negeri

2 November 2021

Kanker Prostat Adalah Populer Sejak Muncul Kabar SBY Akan Berobat ke Luar Negeri

Sejak tersiar kabar Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengidap kanker prostat, masyarakat mencari tahu kanker prostat adalah.


Menjelang 7 Tahun, Pakar Sebut Jokowi Dibayangi Janji-janji Politik

18 Oktober 2021

Menjelang 7 Tahun, Pakar Sebut Jokowi Dibayangi Janji-janji Politik

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan ada kompleksitas luar biasa yang dihadapi Presiden Jokowi di periode kedua ini.


Jelang Pilpres 2024, Beberapa Parpol Ini Potensial Jadi Rumah Ridwan Kamil

7 Oktober 2021

Jelang Pilpres 2024, Beberapa Parpol Ini Potensial Jadi Rumah Ridwan Kamil

Moncernya karier dan tingginya popularitas Ridwan membuat sejumlah partai mendekatinya. Berikut jejak kedekatan Ridwan Kamil dan sejumlah parpol


Partai Demokrat DKI Siap Lawan Upaya Makar terhadap AHY

4 Februari 2021

Partai Demokrat DKI Siap Lawan Upaya Makar terhadap AHY

Taufik menuturkan DPD Partai Demokrat dan DPC Demokrat wilayah di DKI telah meneken surat kesetiaan dan kebulatan tekad untuk setia dan mendukung AHY.


Moeldoko: SBY Pernah Jadi Atasan Saya, Senior yang Sangat Saya Hormati

4 Februari 2021

Moeldoko: SBY Pernah Jadi Atasan Saya, Senior yang Sangat Saya Hormati

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengaku sangat menghormati mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.