Perjalanan JK Sampai Mendampingi Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, (3/5). Jokowi dan Jusuf Kalla bersilahturahim sebelum berangkat menuju kota tujuan masing-masing. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Calon Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, (3/5). Jokowi dan Jusuf Kalla bersilahturahim sebelum berangkat menuju kota tujuan masing-masing. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam sebuah wawancara dengan Tempo pada Mei lalu, Jusuf Kalla optimistis bakal bersanding dengan Joko Widodo dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli mendatang. Menurut dia, survei menunjukkan Jokowi akan mendapat suara 40 persen jika berpasangan dengan Kalla. "Bagus. Artinya, rakyat ingin orang yang berfokus, bukan orang partai. Jokowi bukan orang partai. Dia bukan pengurus Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan," kata Kalla ketika itu. (Baca: Jokowi Deklarasi Cawapres di Gedung Joang)

    Kalla juga mengaku tidak masalah bila kelak hanya menjadi wakil presiden. "Yang penting tak turun pangkat. Ini kan seperti kapten tetap menjadi kapten," kata Kalla. Kalla sendiri pernah dua kali berlaga pada pemilihan presiden dan wakil presiden. Pada 2004, Kalla berpasangan dengan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pasangan SBY-JK akhirnya memenangi pemilihan itu. Pada 2009, Kalla maju sebagai calon presiden dengan Wiranto sebagai calon wakil presiden. Ketika itu, Kalla gagal menjadi pemenang. Pasangan JK-Wiranto hanya finish di urutan ketiga. (Baca: Muhaimin Pastikan Kalla Jadi Cawapres Jokowi)

    Berikut perjalanan Kalla hingga akhirnya bersanding dengan Jokowi. (Baca: JK Dipilih karena Elektabilitas dan Pengalaman)

    Januari 2014
    Politikus PDIP membenarkan Ketua Umum PDIP Megawati bertemu Jacob Utama di Hotel Santika Jakarta. Pada pertemuan itu Jacob menyodorkan nama Jusuf Kalla untuk mendampingi Jokowi. Megawati kabarnya hanya tersenyum. “JK lebih tua dari saya, dong,” katanya.

    11 April 2014
    Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menerima kunjungan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta. Banyak yang mengira pertemuan itu untuk mengusung JK sebagai calon wapres. Namun, JK menyanggahnya dan berkilah pertemuan itu hanya silaturahmi. "Kami berbicara soal suka-duka saat berkampanye," kata mantan calon presiden Partai Golkar pada Pemilu 2009 itu.

    12 April 2014
    Seusai pemilu legislatif, Jokowi dipertemukan media dengan Aburizal Bakrie. Namun, pertemuan resmi baru berlangsung pada 12 April. Ketika itu Jokowi mendatangi kediaman Aburizal Bakrie. Pada kesempatan itu, Ical--sapaan Aburizal--membenarkan rencana pencalonan Kalla dan Jokowi. "Pak JK mau jadi cawapres beliau, Pak Jokowi sudah sampaikan itu kepada saya," kata Aburizal seusai melakukan pertemuan dengan Jokowi di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar.

    24 April 2014
    Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) menemui Aburizal Bakrie di Menara Bakrie. Rombongan itu dipimpin bekas Ketua HMI Sulastomo dan bekas Menteri Keuangan Fuad Bawazier. KAHMI menyodorkan tiga nama yang mereka nilai layak menjadi wakil Aburizal: Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, dan Mahfud Md.

    3 Mei 2014
    Jokowi bertemu Jusuf Kalla di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kalla mengaku pertemuan dengan Jokowi tak direncanakan. Ia sendiri hendak berangkat ke Semarang dalam rangka kunjungan kerja PMI, sedangkan Jokowi akan mengunjungi Yogyakarta untuk menemui sejumlah kiai. Kepada Tempo, Jusuf Kalla mengaku pertemuan itu setelah tiga bulan tidak bertemu Jokowi.

    4 Mei 2014
    Ditemani Ketua PKB Marwan Ja'far dan Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah, Jokowi safari ke Pondok Pesantren Tebuireng dan Tambak Beras, Jombang. Ketika itu Jokowi ditanyakan kesediaannya bila disandingkan dengan Mahfud Md. atau Jusuf Kalla dalam pemilu presiden 2014.

    EVAN | PDAT | SUMBER DIOLAH TEMPO

    Terpopuler:
    Cinta Laura Lulus Cum Laude
    Anggun Tampil di WMA 2014, Fan Agnez Mo Meradang
    Remaja Jakarta Perbesar Dada dengan Fat Transfer
    Poros Ketiga Gagal, Demokrat Merapat ke Gerindra


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.