Pembagian Biaya Kampanye, Prabowo 60-Hatta 40

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa (tengah) menyapa Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto seusai Rapimnas PAN di Jakarta (14/5). Hasil Rapimnas menetapkan bahwa PAN resmi berkoalisi dengan Gerindra dan mendukung Prabowo Subianto maju dalam Pilpres mendatang. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa (tengah) menyapa Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto seusai Rapimnas PAN di Jakarta (14/5). Hasil Rapimnas menetapkan bahwa PAN resmi berkoalisi dengan Gerindra dan mendukung Prabowo Subianto maju dalam Pilpres mendatang. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Hati Prabowo Subianto hampir dipastikan akan berlabuh di Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa. Keduanya akan berpasangan dalam pemilihan presiden mendatang. (Baca: Prabowo-HAtta Deklarasi di Rumah Bekas Bung Karno).

    Menjodohkan keduanya tidaklah gratis. Majalah Tempo edisi pekan ini menulis Prabowo meminta mahar Rp 1,7 triliun. Harga ini lebih murah dari Partai Golkar yang sempat ditodong Rp 3 triliun oleh Prabowo (Baca: Golkar Ditodong Rp 3 Triliun). Alasan permintaan uang itu, untuk menutupi biaya kampanye Partai Gerindra.

    Hatta menolak secara halus jumlah uang jumbo itu. Hasil tawar-menawar kedua pihak kemudian menyepakati biaya kampanye pemilihan presiden akan ditanggung bersama. Gerindra akan menanggung 60 persen biaya, sisanya ditutup PAN. Hatta masih malu-malu mengakui kesepakatan ini. “Saya pastikan tak ada pembicaraan soal uang atau persentase cost sharing,” kata Hatta.

    Namun, posisi Hatta belum aman betul. Dua partai lain yang sudah berkoalisi dengan Gerindra, PPP dan Partai Keadilan Sejahtera mempersoalkan keberadaannya sebagai wakil Prabowo. Beberapa elite PPP menilai Hatta, yang berasal dari Muhammadiyah, tak layak jual di kalangan Nahdlatul Ulama, yang diklaim merupakan 30 persen jumlah pemilih. Sebab, ada Partai Kebangkitan Bangsa yang mengusung Joko Widodo.

    Bagja Hidayat, Rusman Paraqbueq, Kartika Candra, Fransisco Rosarians, Moses

    Terpopuler:
    Aburizal-Pramono Edhie Tunda Kemenangan Jokowi
    Anggun Tampil di WMA 2014, Fan Agnez Mo Meradang
    Remaja Jakarta Perbesar Dada dengan Fat Transfer
    Poros Ketiga Gagal, Demokrat Merapat ke Gerindra


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.