Selasa, 11 Desember 2018

Mau Wapres, Prabowo Todong Aburizal Rp 3 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum yang juga calon presiden Partai Golkar, Aburizal Bakrie berjabat tangan dengan Ketua Dewan Pembina dan calon presiden Partai Gerindra, Prabowo Subianto usai melakukan pertemuan tertutup di kediaman Aburizal Bakrie di Jl. Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/4). Pertemuan tersebut dilakukan untuk menjajaki kemungkinan koalisi antara partai Golkar dan Gerindra pada pilpres mendatang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum yang juga calon presiden Partai Golkar, Aburizal Bakrie berjabat tangan dengan Ketua Dewan Pembina dan calon presiden Partai Gerindra, Prabowo Subianto usai melakukan pertemuan tertutup di kediaman Aburizal Bakrie di Jl. Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/4). Pertemuan tersebut dilakukan untuk menjajaki kemungkinan koalisi antara partai Golkar dan Gerindra pada pilpres mendatang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegagalan penyatuan antara Partai Gerindra dan Golkar diperkirakan karena jumlah mahar yang tak disepakati. Majalah Tempo edisi pekan ini mengungkapkan transaksi itu. (Baca: Poros Golkar-Demokrat)

    Pada 7 Mei, di rumah Nirwan Bakrie, adik Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, digelar pertemuan dengan Prabowo Subianto yang ditemani adiknya, Hashim Djojohadikusumo. Kedua abang beradik ini membahas kursi wakil presiden dan mahar. Di sana Prabowo dan Hashim meminta Aburizal mengganti biaya pemilihan legislatif Gerindra sebesar Rp 3 triliun.

    Aburizal menawar. Ia meminta Prabowo menurunkan harga menjadi Rp 1,7 triliun. Itu pun dengan syarat Golkar menyorongkan tiga nama calon wakil presiden. Bendahara Golkar dan wakilnya, Setya Novanto dan Bambang Soesatyo, tak menampik kabar itu. “Itu memang permintaan Pak Hashim,” kata Setya. Pertemuan malam itu akhirnya bubar tanpa kesepakatan. (Baca: Demokrat Merapat ke Gerindra)

    Prabowo tak menjawab ketika dimintai konfirmasi soal permintaan mahar kepada Aburizal dan Hatta saat menghadiri deklarasi dukungan PPP.  Adapun Hashim berjanji akan mengkonfirmasi kisah itu setelah deklarasi. Namun, seusai deklarasi pun ia malah meminta Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menanggapinya. “Golkar belum sepakat bukan berarti tak jadi berkoalisi,” ujarnya.

    BAGJA HIDAYAT I RUSMAN PARAQBUEQ I KARTIKA CANDRA I FRANSISCO ROSARIANSS I MOSES 


    Terpopuler:
    Aburizal-Pramono Edhie Tunda Kemenangan Jokowi
    Anggun Tampil di WMA 2014, Fan Agnez Mo Meradang
    Remaja Jakarta Perbesar Dada dengan Fat Transfer
    Poros Ketiga Gagal, Demokrat Merapat ke Gerindra


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.