Saran Agum Gumelar ke Prabowo: Jangan Menghujat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selain bertemu Agum Gumelar, dalam kesempatan ini Prabowo bersilahturahmi dengan sejumlah purnawirawan jenderal sekaligus memaparkan visi misinya sebagai calon presiden. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Selain bertemu Agum Gumelar, dalam kesempatan ini Prabowo bersilahturahmi dengan sejumlah purnawirawan jenderal sekaligus memaparkan visi misinya sebagai calon presiden. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri), Agum Gumelar, mengatakan calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyampaikan latar belakang dan motivasinya mengikuti pemilu presiden dalam pertemuan keduanya, bersama sejumlah petinggi Pepabri, di kantor Dewan Pimpinan Pusat organisasi itu di Jakarta, Selasa, 22 April 2014.

    "Mengapa, dengan latar belakang apa, dan atas motivasi apa beliau (Prabowo) maju dalam pemilihan presiden nanti," kata Agum, setelah pertemuan dengan Prabowo, Selasa petang. Pertemuan ini berlangsung selama kurang-lebih satu jam dimulai pukul 16.30 WIB.

    Menurut Agum, setelah mendengarkan alasan Prabowo maju dalam pemilu presiden, Pepabri menganggap Prabowo memiliki satu landasan untuk menjadi calon presiden, yakni keinginan untuk mengabdi kepada bangsa. Meski begitu, kata Agum, Pepabri tetap berpesan kepada Prabowo berkaitan dengan upayanya menjadi presiden.

    "Ketika seseorang yang namanya Prabowo dan timnya berkeinginan menggapai cita-citanya, kami berharap lakukan itu dengan cara menyebarluaskan pemikiran yang brilian milik Prabowo kepada rakyat Indonesia," ujar Agum. "Sebarluaskan tanpa caci-maki, tanpa hujat-menghujat, tanpa melakukan tindakan di luar kewajaran." (Baca: Prabowo: Calon Pemimpin Mencla-mencle Berbahaya)

    Menurut Agum, Pepabri berharap semua calon presiden dan wakil presiden nantinya bisa menganggap pesaingnya sebagai rival yang harus dikalahkan dalam sebuah pentas demokrasi. "Bukan sebagai musuh yang harus dihancur-leburkan," ujar bekas Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan ini. (Baca: Pesan Prabowo: Jangan Mau Dipimpin Tukang Bohong)

    Agum mengatakan, jika pedoman ini dijalankan semua calon presiden, maka Indonesia bisa menjadi negara demokrasi yang besar. "Saya senang dengan niat Prabowo melakukan perubahan dengan cara damai dan konstitusional," kata Agum.

    Adapun Prabowo menyatakan kedatangannya menemui Agum dan Pepabri adalah untuk memaparkan konsepnya mengenai ekonomi Indonesia ke depan. "Bagaimana harus membangun kekuatan ekonomi kita supaya bangsa Indonesia kuat, berdiri di atas kaki kita sendiri, produktif, dan tidak hanya jadi pasar bagi negara lain," kata Prabowo, setelah pertemuan.

    Prabowo membantah jika kedatangannya ini untuk meminta dukungan atas pencalonannya dalam pemilu presiden. "Saya tidak menghendaki Pepabri untuk memberikan dukungan," ujar Prabowo. "Kami menjaga netralitas TNI," dia menambahkan.

    PRIHANDOKO

    Berita Terpopuler
    Anang Hermansyah Melenggang ke Senayan 
    PNS Pemilik Rp 1,3 T Diduga Setor ke Perwira TNI
    KPK Tetapkan Hadi Poernomo sebagai Tersangka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.