Tolak Jokowi, Mahasiswa ITB Undang Anis dan Hatta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Anis Matta melakukan orasi politik di hadapan ribuan simpatisan saat kampanye terbuka di GOR Saburai Kota Bandar Lampung, (22/3). ANTARA FOTO/Kristian Ali

    Presiden PKS Anis Matta melakukan orasi politik di hadapan ribuan simpatisan saat kampanye terbuka di GOR Saburai Kota Bandar Lampung, (22/3). ANTARA FOTO/Kristian Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi ditolak datang ke Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menghadiri kuliah umum, Keluarga Mahasiswa Islam (Gamais) ITB mengundang sejumlah pemimpin partai, seperti Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, untuk menghadiri acara Islamic Leadership Festival di kampus tersebut. 

    Sebelumnya, saat hendak mengisi kuliah umum tentang pembangunan Jakarta, Jokowi justru "diusir" dari kampus ITB dengan alasan politis. Tak hanya mengundang Hatta dan Anis, Islamic Leadership Festival yang bakal digelar 10-11 Mei mendatang ini juga bakal menghadirkan tokoh nasional lain, seperti Yusril Ihza Mahendra, Mahfud Md., Daud Rasyid, dan Din Syamsuddin. (Baca: Jokowi Diusir Mahasiswa ITB dari Kampus).   

    Mereka direncanakan mengisi acara bincang-bincang bertema "Mencari Pemimpin Ideal". Saat dimintai konfirmasi, Lia N., salah seorang panitia acara ini, membenarkan adanya undangan tersebut. Namun, menurut Lia, poster acara yang tersebar di media sosial bukanlah poster resmi. "Itu baru rancangan poster, dan juga belum dirilis lewat akun resmi Gamais ITB," kata Lia saat dihubungi, Sabtu, 19 April 2014. (Baca: Ini Alasan Mahasiswa ITB Tolak Jokowi Masuk Kampus).   

    Pada Kamis lalu, sekitar 100 mahasiswa ITB menggelar unjuk rasa menolak kedatangan Jokowi. Kedatangan gubernur yang juga calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu dinilai tak pantas. "Kami tak ingin kedatangan Jokowi karena berbau politis," kata koordinator lapangan aksi mahasiswa ITB, Oky Fauzi Rahman.

    Para mahasiswa yang berdemonstrasi tak mau menerima alasan bahwa kedatangan Jokowi tak terkait dengan pencalonannya sebagai presiden. Mereka menegaskan, meski untuk menghadiri kuliah umum, kehadiran Jokowi bisa mengaburkan netralitas kampus menjelang pemilihan presiden 9 Juli mendatang. (Baca pula: ITB Klaim Netral dalam Proses Demokrasi).  

    IRA GUSLINA SUFA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.