Senin, 17 Desember 2018

Karyawan Kertas Nusantara Ancam Tak Pilih Prabowo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberi sambutan dalam acara Guru besar emeritus (non-PNS) di Jakarta, (2/4). TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberi sambutan dalam acara Guru besar emeritus (non-PNS) di Jakarta, (2/4). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Samarinda - Karyawan PT Kertas Nusantara (sebelumnya bernama PT Kiani Kertas) sepakat tak memilih calon presiden Prabowo Subianto pada pemilihan presiden nanti. Alasannya, ribuan karyawan di perusahaan bubur kertas di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, itu belum menerima gaji selama lima bulan dari November 2013 hingga Maret 2014.

    Ketua Serikat Pekerja Perkayuan dan Kehutanan PT Kertas Nusantara, Indra Alam, mengatakan para buruh sempat menyampaikan unek-unek mereka soal tuntutan hak karyawan ini. Bahkan, para buruh, kata dia, telah berencana menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, seusai pemilihan umum anggota legislatif pada 9 April nanti.

    "Kalau masalah karyawan tak diselesaikan, mau tak mau niat itu akan terwujud. Kami tak akan memilih Pak Prabowo," kata Indra Alam, Kamis, 3 April 2014. (Baca juga: 5 Bulan Tak Digaji Karyawan Prabowo Subianto Mogok).

    Indra mengatakan PT Kertas Nusantara sangat berkaitan dengan calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurut dia, karyawan perusahaan Prabowo di Mangkajang, Kabupaten Berau, berjumlah 1.200-an. Itu belum termasuk pekerja alih daya yang berjumlah 200 orang.

    Dalam soal rencana aksi, Indra menyatakan tekad karyawan sudah bulat jika hak karyawan belum dipenuhi oleh perusahaan. Mereka memilih melakukan aksi di Jakarta, kata Indra, lantaran demo di daerah terasa sudah cukup. Buktinya, ia menambahkan, hingga kini masalah karyawan belum juga terselesaikan.

    "Di Berau sudah cukup kami aksi, kami akan ke Jakarta agar masalah ini segera rampung. Di daerah bisa saja ada yang ditutup-tutupi," katanya.

    Tak hanya gaji karyawan, masalah lain yang dirasa merugikan karyawan adalah perkara pembayaran asuransi Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Menurut dia, masalah ini justru sudah lebih dulu ada ketimbang keterlambatan pembayaran gaji. Sampai saat ini, kata dia, karyawan masih belum mendapat asuransi pekerja.

    "Kami berharap Pak Prabowo berempati atas nasib karyawannya. Kami sangat perlu untuk bertahan hidup," kata Indra Alam.

    FIRMAN HIDAYAT

    Berita Terpopuler

    Sering Marah-marah, Berapa Tensi Ahok?
    Nyaris Separuh Pemilih Inginkan Jokowi Presiden
    Keluarga Berlusconi Jual Sahamnya di AC Miilan





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".