Jokowi Diserang Isu SARA di Dunia Maya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo menyapa sejumlah simpatisan saat melakukan kampaye terbuka di Stadion Cendrawasih, Jakarta Barat, (16/3). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Calon presiden dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo menyapa sejumlah simpatisan saat melakukan kampaye terbuka di Stadion Cendrawasih, Jakarta Barat, (16/3). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PoliticaWave Jose Rizal mengatakan serangan negatif mulai menerpa sejumlah calon presiden di sosial media. Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo, misalnya, kata Jose, diserang isu SARA karena hendak meninggalkan kepemimpinan Jakarta kepada wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama. "Jokowi dikaitkan dengan posisi Ahok," kata Jose ketika dihubungi, Jumat, 28 Maret 2014.

    Jose mengatakan serangan negatif ke Jokowi ini juga sama ketika ia menyerahkan kepemimpinan Surakarta kepada wakilnya, FX Hadi Rudyatmo, setelah naik menjadi Gubernur DKI Jakarta. (Baca: Beda Reaksi Jokowi dan Ahok Saat Hadapi Masalah)

    Sentimen negatif untuk calon presiden dari Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto, menurut Jose, terkait kasus pelanggaran hak asasi manusia. Ketika menyerang Jokowi dengan istilah capres boneka, Prabowo juga mendapatkan tanggapan negatif dari jejaring sosial Twitter. (Baca: Sindir Jokowi, Prabowo: Jangan Pilih Capres Boneka)

    Calon presiden dari Golkar, Aburizal Bakrie, mendapatkan tanggapan negatif terkait kasus semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo yang sampai saat ini belum selesai. Ical juga dianggap calon presiden yang bermasalah terkait pajak perusahaannya. "Ramai juga soal Ical yang melancong ke Maldives dengan artis," ujar Jose. (Baca: Aburizal Bakrie Berkukuh Lapindo Tidak Bersalah)

    Saran Jose, calon presiden dan timnya harus langsung menanggapi dan menjelaskan kasus yang sebenarnya. "Jangan cuma membantah, tapi tak ada bukti yang kuat," kata Jose. Dia menuturkan pengguna jejaring sosial tak lekas percaya hanya lewat bantahan.

    Berdasarkan hasil pantauan Politicawave per Kamis, 27 Maret 2014, Jokowi tetap merajai pembicaraan di sosial media. Jokowi dibicarakan oleh 223.498 atau 57,4 persen dari total keseluruhan. Terpaut jauh, Prabowo Subianto dengan 20.397 percakapan atau 5,2 persen. Di urutan ketiga ada Aburizal Bakrie dengan 19.375 percakapan atau 5 persen. Baca berita pemilu lainnya disini.

    SUNDARI



    Berita Lainnya:
    Ahok Heran Banyak Ruang Rapat di Balai Kota
    Ahok: PNS DKI Banyak Nganggur
    Jokowi Perintahkan Satpol PP Amankan Pemilu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Terjun Ke Platform Game Dengan Stadia

    Phil Harrison memperkenalkan platform game milik Google yang diberi nama Stadia pada acara Game Developer Conference. Seperti apakah layanan baru itu?